YPKP 1965 Laporkan Temuan Kuburan Masal ke Komnas HAM

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:17 WIB
pelanggaran ham
YPKP 1965 Laporkan Temuan Kuburan Masal ke Komnas HAM
Yayasan Peneliti Korban Pembunuhan 1965 (YPKP65) melaporkan 138 titik kuburan masal ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Foto: M Sholahadhin Azhar/MTVN

Jakarta: Yayasan Peneliti Korban Pembunuhan 1965 (YPKP65) melaporkan 138 titik kuburan masal ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya temuan baru di Jawa Tengah.

"Kami laporkan 16 titik baru lokasi kuburan massal di satu wilayah Kabupaten Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah," kata Ketua YPKP65 Bedjo Untung di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

Menurut dia, penemuan ini menegaskan laporan Princen yang sempat dibantah militer pada 1969. Ia menambahkan, penemuan itu juga menunjukkan kebenaran tentang genosida di 1965 seperti dilansir Badan Arsip USA (NARA), berupa dokumen percakapan Dubes AS di Jakarta dengan Kementerian Luar Negeri Amerika di Washington. 

Bedjo meminta Komnas HAM menyelidiki ulang penemuan ini. Menurut dia, Komnas HAM juga bisa menggunakan Dokumen Rahasia USA yang telah dibuka sebagai dasar, serta Keputusan IPT65 di Den Haag. 

Ia berharap Komnas HAM bisa mendesak pemerintah segera merealisasikan penyelesaian pelanggaran HAM di 1965. "Kami berharap itu bisa sebagai pintu masuk untuk penyelesaian tragedi 1965, yang kini tidak ada kelanjutannya," pungkas dia.




(AZF)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA