Golkar Diprediksi Jadi Pesaing Kuat PDIP di Pemilu 2019

   •    Sabtu, 06 Jan 2018 19:49 WIB
pilpres 2019
Golkar Diprediksi Jadi Pesaing Kuat PDIP di Pemilu 2019
Ilustrasi Partai Golkar - Medcom.id.

Jakarta: Partai Golkar diprediksi bakal menjadi pesaing kuat PDI Perjuangan (PDIP) untuk meraih posisi satu dalam pemilihan umum (pemilu) 2019. Hal itu tak terlepas dari tiga program rakyat yang diusung oleh partai pimpinan Airlangga Hartarto itu.

"Airlangga tepat sasaran. Wong cilik merupakan segmen pemilih terbanyak, yang bisa diraih oleh Tiga Program Rakyat. Jika program ini sukses disebar dan dilaksanakan, Golkar dan PDIP akan bersaing berebut nomor satu pada pemilu 2019," kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam keterangannya, Sabtu, 6 Januari 2018.

Airlangga menyerukan kepada semua kepala daerah yang dicalonkan partainya dalam pilkada serentak 2018 untuk menyebarkan luas tiga program rakyat.

Airlangga memandang rakyat yang mencoblos di TPS saat pilkada tak sekedar meramaikan pesta demokrasi. Rakyat datang memilih karena inginkan perubahan hidupnya. Golkar pun merespons dengan tiga program rakyat.

Detail program dan cara mencapainya, setiap daerah menyesuaikan dengan situasi. Semua calon kepala daerah yang diusung Golkar, dari Sumatera sampai Papua, diminta kabarkan program nasional itu. Ini sesuai dengan khitah Golkar: Suara Rakyat, Suara Golkar.

Baca: Ini Sejumlah Nama yang Diprediksi Bakal Ramaikan Pilpres 2019

Tiga program rakyat itu yakni, harga sembako terjangkau. Rakyat berhak mendapatkan harga sembako yang terjangkau seperti beras, sagu, jagung, sayuran, telor, daging serta, gula. Barang sembako itu juga harus lebih mudah didapatkan.

"Ini hanya terjadi jika kepala daerah mencari solusi menaikan daya beli masyarakat di wilayahnya masing masing. Memang kebijakan sembako lebih banyak diatur oleh pemerintah pusat. Namun kepala daerah dan elit lokal tetap punya sumbangsih untuk menaikkan daya beli masyarakat setempat," ujar Denny JA.

Kemudian, perluasan lapangan kerja. Rakyat dinilai berhak atas pekerjaan dan pelatihan. Dengan begitu, jumlah pengangguran berkurang. Masyarakat pun hanya maju jika penduduknya berkerja. Misalnya, sebagai petani, nelayan, buruh, ataupun pedagang swasta, bersama menyambut pagi untuk mencari rezeki halal.

Lalu, tersedia rumah yang mudah diakses dengan harga terjangkau. Rakyat berhak punya rumah dan membangun keluarga. Rumah dapat dijadikan sebagai tempat berteduh dari dinginnya malam dan panasnya siang. Bertambah waktu harus juga menjadi bertambahnya rakyat memiliki rumah.

"Calon kepala daerah dari Golkar harus mencari solusi. Jangan sungkan berdiskusi dengan para ahli. Jangan sungkan mendengar suara rakyat. Harus ada militansi mengambil tindakan yang perlu. Sukses atau tidaknya kepala daerah Golkar akan dinilai terutama dari sukses atau tidaknya tiga program rakyat," pungkas dia.



(AZF)