KPU Serahkan Penundaan Penetapan Status Tersangka pada KPK

Muhammad Al Hasan    •    Selasa, 13 Mar 2018 03:04 WIB
ott kpkpilkada 2018
KPU Serahkan Penundaan Penetapan Status Tersangka pada KPK
Ketua KPU Arief Budiman/Medcom.id

Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menanggapi penundaan penetapan status tersangka calon kepala daerah yang terindikasi korupsi. KPU menyerahkan prosesnya pada lembaga yang berwenang dalam hal ini KPK.

"Kita juga menghargai kewenangan masing-masing lembaga. Menetapkan tersangka itu bukan kewenangan KPU ya," kata Arief saat ditemui usai Rakor bersama Kemenko Polhukam di Ruang Rapat Utama Kemenko Polhukam, Senin, 12 Maret 2018.

Sembari tersenyum ia mengatakan bahwa KPU menghargai hasil keputusan yang diambil di rapat koordinasi itu. Ia menambahkan dari rapat tersebut berkembang kekhawatiran akan muncul persoalan hukum dan persoalan politik bila status penetapan tersangka tidak ditunda.

Arief menyebut  meski harapan publik ingin peserta yang terindikasi korupsi didiskualifikasi namun regulasi belum mengatur itu.

"Harapan publik itu kan macam-macam. Ada yang minta kalau sudah tersangka didiskualifikasi dan seterusnya, tidak melanjutkan tahapan, tapi kan regulasinya tidak menetapkan seperti itu," kata Arief

Arief menyatakan nantinya bila calon sudah resmi terindikasi korupsi, maka yang bersangkutan masih bisa meneruskan proses di pilkada.

"Di dalam regulasi penyelenggaraan pemilu, meskipun ditetapkan tersangka, pilkadanya akan jalan terus," kata dia

Dia bilang, tugas dan kewajiban KPU saat ini hanya menyampaikan agar rakyat menggunakan suaranya sebijak mungkin.

"Sebetulnya kepentingan KPU menginformasikan hal terkini terhadap seorang paslon. Itu penting Supaya masyarakat ketika menggunakan hak pilhnya dia tahu betul risiko-risikonya," kata dia.

Ketika ditanyai potensi paslon yang terindikasi menang pemilu, Arief menjawab santai bahwa hal tersebut biasa dan sudah pernah terjadi. Menurut dia bila paslon terindikasi korupsi menang, maka  tinggal diberhentikan.

"Dulu sudah pernah terjadi itu. Ada tersangka itu menang, lalu menjadi terpidana, ya diberhentikan," tandas dia


(SCI)