Pengangkatan Jonan & Arcandra Dipertanyakan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 14 Oct 2016 20:40 WIB
kementerian esdm
Pengangkatan Jonan & Arcandra Dipertanyakan
Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonandan Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar seusai mengikuti pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (14/10). MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Arcandra Tahar sebagai wakilnya dipertanyakan. Sebab, keduanya merupakan bekas menteri yang telah dicopot dari jabatannya akibat masalah yang berbeda.

Jonan sebelumnya telah dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Perhubungan lantaran kinerja dinilai tak baik. Sedangkan, Arcandra memiliki masalah dwi kewarganegaraan yang membuat dirinya diberhentikan dengan hormat dari Menteri ESDM.

"Gagal paham saya (dengan pengangkatan Jonan dan Arcandra)," kata Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu saat dihubungi, Jumat (14/10/2016).

Gus memahami posisi Menteri ESDM harus diisi dari kalangan profesional. Namun, dia tak mengerti posisi itu justru diisi oleh orang yang telah terkena reshuffle.

Padahal, dengan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Perhubungan menunjukan bila Jonan tak laik menjadi pembantu Presiden.

"Orang diberhentikan dari satu jabatan karena kinerjanya tidak maksimal atau jelek," ujar dia.

Terkait Arcandra, politikus Gerindra itu juga tak mengerti mengapa Presiden mengangkatnya sebagai wakil menteri ESDM. Padahal, Arcandra sempat bermasalah dengan memiliki dwi kewarganegaraan.

"Kalau memang sudah selesai dari sisi kewarganegaraan, legalitasnya sudah dipenuhi, Arcandra ini kan orang yang digadang-gadang manusia super yang sangat bagus, loh kok jadi wakil?" kata dia.

Gus mengaku hingga kini dirinya secara rasional belum bisa menerima pengangkatan ini. Gus juga tidak mengerti dengan pertimbangan yang dilakukan Presiden dalam mengangkat keduanya. Kecuali, kata dia, pengangkatan ini murni karena kepentingan besar. Pasalnya, sektor ESDM ini cukup menggiurkan untuk dikuasai.

"Jadi karena rasionalitas berpikir saya yang belum menemukan jawaban, maka saya menduga-duga, ya ini mungkin persoalannya karena kepentingan," tandas dia.

Ignasius Jonan resmi dilantik sebagai Menteri baru ESDM. Sebagai wakilnya, Presiden menunjuk mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Setelah kosong sekian lama, kini kursi menteri ESDM kembali terisi. Kursi menteri ESDM kosong setelah Arcandra diberhentikan secara terhormat, 15 Agustus lalu. Dia meninggalkan kursi pimpinan ESDM karena memiliki dua kewarganegaraan: Amerika Serikat dan Indonesia.

Pria asal Pariaman yang lama tinggal di Amerika Serikat itu hanya 20 hari menjadi pembantu Presiden di kabinet. Setelah Arcandra dicopot, Jokowi menunjuk Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM.


(MEL)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA