Keberadaan Arcandra Dikhawatirkan Perpanjang Birokrasi

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Oct 2016 11:51 WIB
kementerian esdm
Keberadaan Arcandra Dikhawatirkan Perpanjang Birokrasi
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri ESDM) Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan kursi wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikhawatirkan akan memperpanjang birokrasi lembaga itu. Sebab, sebelumnya pimpinan Kementerian ESDM hanya dipegang menteri.
 
Anggota Komisi VII DPR RI, Dito Ganinduto mengatakan, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar harus berbagi kerja dan saling mengisi satu sama lain.
 
"Jangan sampai birokrasi bertambah. Harusnya mereka cepat mengambil keputusan. Harus bergerak cepat karena banyak yang harus diselesaikan," kata Dito saat diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/9/2016).
 
Dito mengatakan, banyak yang harus dikerjakan baik sektor migas, minerba, kelistrikan, dan energi baru terbarukan. Melihat hal tersebut, sudah seharusnya banyak aksi yang dilakukan oleh kombinasi menteri dan wakil menteri ini.
 
"Tugas berat di depan mata. Harus belajar cepat, sudah tidak adalagi wacana dan harus maju melaksanakan kebijakan," kata Dito.
 
Politisi Golkar ini mengatakan, kolaborasi Jonan-Arcandra harus menjalankan kebijakan yang ada dan bukan membuat kebijakan baru. Ini penting, agar tidak muncul wacana dengan banyak kajian lagi.
 
"Jangan sampai ini kita hanya mengkaji. Tapi tidak action," kata Dito.
 
Sebelumnya, Ignasius Jonan mengaku akan menerapkan konsep dwi tunggal dalam memimpin kementerian bersama Arcandra.
 
Dwi tunggal merupakan konsep dimana keputusan yang diambil Kementerian ESDM dalam satu masalah atau isu, dilakukan melalui diskusi bersama pimpinan tertinggi, yakni bersama wakil menteri.
 
"Kalau saya usul dengan beliau putusannya itu ya dwi tunggal saja. Putusan bersama. Walaupun nanti secara hukum menteri yang harus tanda tangan, tapi decisionnya bersama," kata Jonan.


(FZN)