Ahmad Sahroni Ajak Masyarakat Berdemokrasi Tanpa Paksaan

   •    Sabtu, 11 Aug 2018 00:36 WIB
pilpres 2019
Ahmad Sahroni Ajak Masyarakat Berdemokrasi Tanpa Paksaan
Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni (kanan). Foto: Istimewa

Jakarta: Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan masyarakat untuk tak terbawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurutnya, memilih calon presiden dan wakil presiden harus sesuai kata hati dan tanpa ada paksaan.

Sahroni menekankan dua bakal capres-cawapres, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, merupakan putra bangsa. Karenanya ia meminta masyarakat untuk tak terpecah belah meski berbeda pilihan politik.

“Jangan memilih karena paksaan. Kita sebagai masyarakat mendoakan bangsa dan negeri ini menjadi bangsa yang hebat dan kuat” kata Sahroni mengutip situs pribadinya, berani.or.id, Jumat, 10 Agustus 2018.

Ia menyatakan demokrasi dalam pemilu seharusnya saling menunjukkan gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi. Seruannya itu dilontarkan saat melakukan kunjungan kerja ke Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Dalam kunjungannya, Sahroni mengingatkan pentingnya asuransi kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan. Hal ini menjawab pertanyaan sejumlah warga mengenai kepastian masih ada atau tidak kebijakan BPJS Kesehatan dari pemerintah. 

“BPJS terus tetap ada. Nggak akan pernah berhenti karena pemerintah sangat memperhatikan soal kesehatan. Jangan khawatir,” katanya menjawab pertanyaan warga Jati Pulo, Feby susinta.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan masalah kesehatan sangat vital, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai pengemudi daring yang memiliki risiko tinggi. Ia menyarankan para pengemudi daring untuk mengurus BPJS Kesehatan ataupun asuransi kesehatan lain.

“Jangan mengandalkan motor. Kalau motornya rusak bisa dibenerin, tapi kalau orangnya?” imbuh Sahroni kepada Eko, pengojek online warga RT 04/04, Jati Pulo, yang sempat mengalami kecelakaan. 

Selain di Jati Pulo, Sahroni juga melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Kopajaya, Bojong, Rawa Buaya, Jakarta Barat. Sama seperti di Jati Pulo, sekitar 1.000 warga berdiskusi dengannya.




(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA