Kesehatan Jokowi-Ma'ruf Dicek Selama 12 Jam

Ilham wibowo    •    Minggu, 12 Aug 2018 11:49 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Kesehatan Jokowi-Ma'ruf Dicek Selama 12 Jam
Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjalani menjalani tes kesehatan untuk mengikuti Pilpres 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyiapkan dokter spesialis dalam pemeriksaan kesehatan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan  Ma'ruf Amin. Pemeriksaan diperkirakan memakan waktu hingga 12 jam. 

"Lama pemeriksaan sendiri akan memakan waktu antara 9-12 jam dengan diselingi waktu istirahat," kata Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu, 11 Agustus 2018. 

Menurut dia, penilaian kesehatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Panduan teknis penilaian disusun untuk mengetahui  kemampuan rohani dan jasmani bakal caton presiden dan wakil presiden.

"Diperlukan kehati-hatian dan kesabaran dalam menjalankan pemeriksaan ini. Kesimpulan berupa calon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani, serta positif atau negatif penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya," papar dia. 

Baca: KPU Percayakan Tes Kesehatan ke RSPAD

Ilham menjelaskan pemeriksa kesehatan adalah tim gabungan antara IDI dan RSPAD Gatot Subroto. Tim itu terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan lain. 

Persyaratan untuk dapat menjadi tim pemeriksa juga cukup ketat. Anggota tim wajib memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis. Tim pemeriksa dipastikan bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan, dan mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya. 

"Seluruh tim terikat kepada sumpah dan kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," tegas dia. 


(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA