Jokowi Ingatkan Parpol Bukan Sekadar Rekrutmen Politik

Kautsar Widya Prabowo    •    Minggu, 15 Apr 2018 00:04 WIB
parpolpresiden jokowi
Jokowi Ingatkan Parpol Bukan Sekadar Rekrutmen Politik
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Semarang: Presiden Joko Widodo mengingatkan kehadiran organisasi dan partai politik di daerah merupakan hal penting untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Fungsi parpol bukan hanya rekrutmen politik, atau untuk pemilihan anggota legislatif dan eksekutif. 

Hal itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Lahir (harlah) ke-45 Partai Persatuan Pembangunan di Balairung University Training Centre (UTC), Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Fungsi parpol antara lain fungsi komunikasi politik, berkomunikasi dengan masyarakat, mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 14 April 2018.

Jokowi meyakini, PPP sebagai parpol berbasis Islam yang sudah berusia 45 tahun, sudah berkontribusi signifikan dalam membangun keadaban politik di Indonesia. Selain menjadi penampung aspirasi umat Islam, PPP juga dinilai telah menjaga politik Indonesia menjadi politik yang santun, beradab, dan menjunjung tinggi norma agama dan etika sosial.  

"Saya meyakini kiprah pemimpin dan kader PPP bisa menjadi teladan masyarakat dalam
berpolitik. Menjauhi dan memerangi berita bohong, hoaks, terus menumbuhkan
optimisme di tengah masyarakat dan selalu memupuk kerukunan dan kesatuan di
seluruh Tanah Air," ujar Presiden. 

Presiden mengapresiasi acara hari lahir PPP yang dikemas dalam bentuk Musyawarah Nasional Alim Ulama ini. Menurut Jokowi, itu merupakan langkah baik bagi keadaban politik Indonesia. 

Presiden mengajak PPP tetap optimistis dalam membangun Indonesia. Jokowi menekankan cita-cita bersama untuk mencapai negara yang adil dan makmur, negara besar yang kuat ekonominya, akan terwujud.

"Kita harus optimis, bahwa cobaan itu ada, ya, bahwa rintangan itu ada, ya. Kita carikan solusi. Tidak ada bangsa yang menjadi besar, menjadi kuat ekonominya, rakyatnya malas-malasan. Enggak ada rumusnya seperti itu. Semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, dengan usaha dan ikhtiar dan juga berdoa kepada Allah SWT," kata Jokowi.


(AGA)