PBB tak Memusingkan Hasil Survei

Damar Iradat    •    Kamis, 13 Sep 2018 14:44 WIB
pemilu serentak 2019
PBB tak Memusingkan Hasil Survei
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tak mau ambil pusing soal hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dalam hasil survei itu, PBB merupakan satu dari enam partai yang diprediksi tidak akan menempatkan wakilnya di Parlemen.

Yusril mengatakan, hasil survei itu akan tetap mereka baca dan perhatikan positif dan negatifnya. Menurut dia, hasil survei bukan menjadi patokan, tapi menjadi masukan.

"Di mana kekurangan kita, di mana kelemahan kita. Tapi kan masih ada cukup waktu untuk melakukan perbaikan-perbaikan untuk apa yang ditulis lembaga-lembaga survei itu," kata Yusril ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis,13 September 2018.

Yusril menyatakan, hasil sigi lembaga survei tak bisa dianggap selalu murni. Sebab, hasil sigi bisa saja bagian dari penggalangan opini.

Lebih lanjut, Yusril menyatakan, dengan bakal calon anggota legislatif yang mereka punya, PBB akan bekerja keras mengerek perolehan suara di Pemilu 2019 mendatang. Mantan Menteri Kehakiman itu berharap, PBB bisa melampaui parliamentary treshold atau ambang batas parlemen 4 persen. 

"Jadi pada seluruh aktivis PBB, saya harap jadikan masukan saja. Kekurangan-kekurangan kita itu kita atasi bersama," tegas dia. 

(Baca juga: PKS: Survei LSI Denny JA tak Akurat)

Untuk menaikkan perolehan suara, lanjut dia, dengan cara memperkuat basis suara PBB yang selama ini sudah ada dan memperluas jangkauan massa pemilih. Pasalnya, Yusril menilai, masih terdapat 56 juta suara yang tidak memilih alias golongan putih (golput) pada Pemilu 2014 lalu.

"Kalau mereka yang sudah pilih, mereka sudah punya pilihan. Tapi yang selama ini golput, tentu akan melihat alternatif. Kita mendorong supaya mereka enggak golput dan memberikan suaranya. Itu akan ada pengaruhnya juga," ujar Yusril.

LSI Denny JA merilis hasil survei yang menyebut ada enam partai yang tidak akan lolos ke DPR. Enam partai itu yakni, Partai Hanura, PBB, PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda, dan PKPI.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen. Survei melibatkan 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka menggunakan kuisioner.

Dari hasil sigi itu, Hanura diprediksi hanya mendapat 0,6 persen suara, PBB dan PSI 0,2 persen suara. Sedangkan, Partai Berkarya, Garuda, dan PKPI diprediksi hanya meraih 0,1 persen.
 



(REN)