Presiden Dianggap Tersandera Performa & Kinerja Menteri

Husen Miftahudin    •    Rabu, 11 Jan 2017 17:55 WIB
reshuffle kabinet
Presiden Dianggap Tersandera Performa & Kinerja Menteri
Peneliti politik CSIS Arya Fernandesi--MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Persepsi masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo-Jusuf Kalla bergerak maju. Sebanyak 66,5 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah.

Hasil sigi Center for Strategic and International Studies (CSIS) per September 2016 itu melampaui survei CSIS pada Oktober 2015. Ketika itu tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah hanya 50,6 persen.

Hanya, prestasi itu masih menyisakan lubang. Peneliti politik CSIS Arya Fernandes menyebut, Presiden Jokowi masih tersandera oleh performa menteri. Sebagian besar kinerja pembantu presiden ternyata belum optimal.

Baca: NasDem: Menteri Berkinerja Jeblok Reshuffle Saja

Tahun lalu, tambah Arya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri dalam Kabinet Kerja hanya 56 persen.

"Kinerja menteri ekonomi masih menjadi sorotan dan fokus presiden di tahun ini. Pada tahun lalu, tingkat kepuasan terhadap kementerian bidang ekonomi merupakan yang terendah dibandingkan kementerian lainnya," ujar Arya di kantor CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, Jokowi masih dianggap sebagai figur paling popularitas. Tantangannya, Jokowi harus memperkuat lembaga kepresidenan dan kementerian yang dapat menopang dan memberikan masukan kepada Presiden.

Di situ, Arya memperkirakan bahwa Jokowi akan kembali merombak (reshuffle) Kabinet Kerja pada tahun ini. Ini penting agar Jokowi benar-benar percaya pada anggota kabinetnya sehingga memiliki tim Kabinet Kerja yang 'Par Excellence'.

Namun, Arya mengingatkan agar reshuffle kabinet tidak dilakukan dalam waktu dekat. Ini mengingat reshuffle kedua baru dilakukan pada akhir Juli tahun lalu.

"Menteri-menteri juga masih bekerja. Apalagi kondisi politik yang masih belum stabil," imbuhnya.

Jokowi, diyakini akan kembali membangun komunikasi dengan partai-partai koalisi untuk mendepak dan menunjuk menteri di Kabinet Kerja. Presiden juga akan mendengarkan aspirasi warga.

Isu reshuffle baru-baru ini digaungkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono. Dia mengaku mendapat kabar dari orang dekat Presiden bahwa Gerindra akan ditawari empat pos menteri, masing-masing Menko Polhukam, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala Staf Kepresidenan.

Juru Bicara Presiden Johan Budi membantah hal tersebut. Johan menegaskan, sampai saat ini Presiden Joko Widodo belum berencana merombak kabinetnya.
 
"Sampai saat ini tidak ada reshuffle. Jangan percaya rumor," kata Johan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 4 Januari

Johan menuturkan, kepastian tak adanya perubahan formasi kabinet kerja sudah disampaikan Presiden kepada semua menteri. Para pembantunya diminta tetap bekerja secara maksimal dan mengindahkan rumor tersebut.


(YDH)

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

5 hours Ago

Kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief menggelar konferensi pers menanggapi pernyataan Yulianis. …

BERITA LAINNYA