MUI Temui Presiden Bahas Kesenjangan Masyarakat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 30 Mar 2017 14:05 WIB
kesenjangan sosial
MUI Temui Presiden Bahas Kesenjangan Masyarakat
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin (tengah). Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Mereka membicarakan berbagai masalah kebangsaan, khususnya kesenjangan masyarakat.
 
" Presiden prihatin dengan kesenjangan yang ada di masyarakat. Terutama masalah ekonomi, antara masyarakat kecil dan yang berpendapatan tinggi," kata Ma'ruf di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 30 Maret 2017.
 
Ma'ruf menyebut Presiden mencoba mencari solusinya. Salah satu caranya, tentang redistribusi aset. Presiden ingin aset-aset, terutama tanah tidak dikuasai konglomerat. Tapi, diredistribusi kepada masyarakat. Baik melalui koperasi, pesantren, maupun kelembagaan. "Beliau (Presiden) agak trauma kalau kepada perorangan. Dikhawatirkan dijual lagi," ucap dia.
 
Ma'ruf menuturkan, redistribusi lahan tersebut teknisnya dijalankan pemerintah. Menurut dia, Presiden sudah memegang sekitar 12,7 juta hektare lahan untuk diredistribusikan.
 
Lahan tersebut didapatkan dari hasil mengambil lahan yang tidak terkelola. Kemudian, pemerintah menyeleksi lahan tersebut. "Syaratnya harus dikelola, bukan didiamkan atau dijual sehingga tidak ada tanah yang tidak terkelola," tutur dia.
 
Masalah kemitraan juga menjadi pembahasan dengan Presiden. Agar tidak terjadi benturan antara ekonomi lemah dan ekonomi kuat. Jika terjadi benturan, biasanya yang kuat menang.
 
Presiden ingin ada kemitraan antara konglomerat dan ekonomi lemah. Sehingga ada saling membantu, hubungan silaturahim, tidak terjadi kemarahan di kalangan ekonomi lemah dan tidak terjadi kecemburuan sosial.
 
"Beliau bertekad untuk menghilangkan masalah pokok. Kalau tidak diselesaikan sekarang, akan berkembang menjadi beban negara," kata dia.
 


(FZN)