Pimpinan MPR Perkenalkan RUU Pemilu kepada Dubes Chili

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:08 WIB
berita mpr
Pimpinan MPR Perkenalkan RUU Pemilu kepada Dubes Chili
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin bersama Duta Besar Chili untuk Indonesia Gonzalo Mendoza. Foto: Dok. MPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menerima kehadiran Duta Besar Chili untuk Indonesia Gonzalo Mendoza di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 16 Juni 2017. 

Pada kesempatan tersebut, Mahyudin menyatakan perlunya peningkatan hubungan kedua negara, Indonesia-Chili dalam segala bidang seperti politik, ekonomi, pertanian, demokrasi, dan lain sebagainya. Dalam soal politik, diungkapkan saat ini di Indonesia terjadi hal yang sangat krusial, yakni soal pembahasan Rancangan Undang-Undang Tentang Pemilu, terutama mengenai Presidential Threshold.

Menurut politikus Golkar itu, bila pembahasan mengalami deadclock, maka nantinya akan diambil jalan lewat voting. “Ketika voting maka kehadiran anggota DPR wajib ada untuk memberi suara,” ujar Mahyudin kepada Gonzalo.

Terkait hal tersebut, maka antara Chili dan Indonesia perlu memperluas jalinan kerja sama terutama antar parlemen. “Kita bisa bertukar informasi apalagi Chili negara makmur di Amerika Selatan. Kita bisa melihat perkembangan demokrasi di sana,” katanya.

Mahyudin menginginkan kedua negara juga meningkatkan hubungan dagang. Ia berharap ada semacam kamar dagang yang mengurusi masalah perdagangan kedua negara.

“Kerja sama kedua negara penting untuk meningkatkan perekonomian. Apalagi ada kerja sama kawasan Selatan-Selatan," imbuhnya.

Kepada Gonzalo, Mahyudin memaparkan bahwa MPR mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut harus diberikan kepada seluruh warga negara Indonesia di manapun tempatnya. 

"Warga negara Indonesia yang berada di Chili pun berhak untuk mendapat sosialisasi. Dengan melaksanakan Empat Pilar diharapkan masyarakat akan menjadi lebih baik. Bila melaksanakan Empat Pilar maka tak akan membuat masalah termasuk warga yang berada di luar negeri,” tuturnya.

Gonzalo mengucapkan terima kasih bisa bertemu dengan Mahyudin. Dikatakan negerinya yang makmur seperti yang dikatakan Mahyudin itu berkat perjuangan yang sangat panjang bahkan negaranya pernah juga dipimpin oleh seorang diktator.

Meningkatkan hubungan dalam segala bidang disambut dengan baik oleh Ganzalo. Apalagi Chili akan menyelenggarakan pemilu pada Oktober. Disebut, jumlah anggota parlemen di sana akan ditambah. 

Dalam soal perdagangan, diungkapkan sudah ada kamar yang mengurusi peningkatan hubungan dagang. Selama bertugas di Indonesia, Ganzalo mengatakan pernah bertemu dengan Menteri Pertanian. “Kami ingin menerapkan standard halal,” ungkapnya.

Gonzalo mengharapkan Indonesia-Chili bisa saling mengisi dan memenuhi kebutuhan. “Kita akan mencari barang dan harga yang terbaik. Selanjutnya, Gonzalo menyatakan siap membantu kelancaran hubungan kedua negara," kata dia.


(ROS)