Pemerintah Optimistis RUU Pemilu Selesai

Renatha Swasty    •    Senin, 19 Jun 2017 12:00 WIB
revisi uu pemilu
Pemerintah Optimistis RUU Pemilu Selesai
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto: Metrotvnews.com/ Legia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjhajo Kumolo optimistis pembahasan RUU Pemilu selesai. Tjahjo berharap tak ada semua berjalan lancar dan tidak deadlock.
 
"Jangan pemerintah aja, bersama DPR menjamin kita. Menjamin optimistis ini bisa diselesaikan," kata Tjahjo di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.
 
Tjahjo mengatakan, 562 pasal bisa diselesaikan dalam musyawah. Tinggal lima isu yang belum selesai. Dari lima itu, tinggal tiga yang belum ada titik temu, yakni alokasi kursi ke daerah pemilihan, konversi suara ke kursi dan ambang batas presiden.
 
"Masa tiga enggak bisa musyawarah. Kalau enggak bisa ya dibawa ke paripurna. Kalau deadlock, ada opsi pemerintah. Yang penting per 1 Oktober paling lambat tak mengganggu tahapan-tahapan pilpres," kata Tjahjo.
 
Ia mengungkapkan, ada dua opsi pemerintah jika deadlock, menggunakan undang-undang lama atau mengeluarkan Perppu.  "Kalau mendesak sekali. Tapi kami optimistis selesai habis Lebaran, cukup waktu," ujarnya.
 
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mendorong revisi Undang-Undang Pemilu diputuskan melalui musyawarah mufakat. Agus Hermanto berharap, anggota Dewan di panitia khusus revisi UU Pemilu bisa mengakhiri perdebatan soal lima isu krusial melalui forum musyawarah. "Masa iya Undang-Undang Pemilu mau divoting," kata Agus.
 
Rapat antar-fraksi memunculkan enam paket untuk skema pengambilan keputusan isu krusial dalam revisi UU Pemilu. Ketua Pansus revisi UU Pemilu Lukman Edy mengatakan, kemungkinan paket ini akan mengerucut saat dibawa ke rapat paripurna.
 
Sejauh ini, pandangan anggota pansus terkait lima isu krusial sangat dinamis. Partai yang pada waktu lalu menginginkan presidential threshold 0% misalnya, mungkin berubah pikiran. Begitu juga sebaliknya.
 


(FZN)