Euforia Pemilu 2014 Disebut Penghambat Rampungnya UU Pemilu

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 20 May 2017 10:36 WIB
revisi uu pemilu
Euforia Pemilu 2014 Disebut Penghambat Rampungnya UU Pemilu
Direktur Eksekutif Perludem Titi Angraeni. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dan DPR dinilai menjadi penyebab molornya pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Direktur Eksekutif Perludem Titi Angraeni mengatakan, pembahasan RUU Pemilu tak akan terhambat bila pemerintah tak terlambat menyerahkan draft-nya ke DPR.

"Sangat disayangkan pemerintah terlambat memberikan ke DPR," kata Titik dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 20 Mei 2017.

Selain itu, kata dia, pemerintah dan DPR juga terlalu lamban memasukan RUU Pemilu ke dalam program legislasi nasional (prolegnas). Keterlambatan itu membuat pembahasan terhambat.

Titi memandang keterlambatan ini disebabkan masih munculnya euforia pemilu 2014. Bukan hanya dari partai pendukung pemerintahan, tapi juga partai oposisi. "Ini (pembahasan RUU Pemilu terhambat) karena terlalu lama euforia 2014," ucap dia.

Pembahasan RUU Pemilu di DPR masih mendek. Anggota Dewan masih belum menemui kata sepakat pada beberapa isu krusial, antara lain alokasi kursi per dapil, metode konversi suara menjadi kursi, sistem pemilu, ambang batas pencalonan legislator (parlementary threshold), dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).




(UWA)