Tjahjo Pertanyakan Etika Politik Berkoalisi

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 14 Jul 2017 08:57 WIB
reshuffle kabinetrevisi uu pemilu
Tjahjo Pertanyakan Etika Politik Berkoalisi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo--Metrotvnews.com/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinamika perpolitikan di Tanah Air akibat RUU Pemilu memantik respon sejumlah kalangan. Khususnya jika menilik koalisi partai politik pendukung pemerintah, yang dipandang tak konsisten.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melihat seharusnya parpol pendukung, berjalan beriringan dengan pemerintah. "Tapi tidak ditinggal lari sendiri di tengah jalan, inikah etika politik berkoalisi?" tutur Tjahjo melalui pesan singkat, Jumat 14 Juli 2017.

Tak disebutkan secara detail, etika politik berkoalisi mana yang dimaksud. Yang jelas, aturan berkawan di ranah politik dianggapnya semakin tak jelas. Menurutnya tak elok jika kepentingan bangsa digadaikan oleh kepentingan jangka pendek.

"Harusnya mengedepankan kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dalam  membangun sistem yang konsisten. Harusnya tidak elok berkoalisi tapi menikam dari belakang," sebut Tjahjo.



Terakhir, mantan Sekjen PDIP ini menyebut pemahaman berkoalisi tak hanya dalam konteks Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saja. Partai politik seharusnya membangun komitmen dan konsisten tentang hal itu.

Baca: Perludem: 5 Paket Isu Krusial RUU Pemilu Terkesan Ada Kompromi Politik

Seperti diketahui, belakangan kancah politik di Indonesia menghadapi beragam polemik. Mulai dari RUU Pemilu hingga Perppu Ormas, kesemuanya menimbulkan respon beragam, baik dari parpol pendukung pemerintah maupun oposisi. Tak sedikit pula parpol pendukung menentang langkah pemerintah, meski secara individu.


(YDH)

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

Yosef Sumartono Mengaku Tak Mengenal Setya Novanto

14 hours Ago

KPK memeriksa Mantan Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dal…

BERITA LAINNYA