Fahri Hamzah Ingin jadi Marbut Masjid

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:16 WIB
pemecatan fahri hamzah
Fahri Hamzah Ingin jadi Marbut Masjid
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Antara/Feny Selly.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada pemilu 2019. Fahri akan menyudahi profesinya sebagai politikus dan memilih menjadi marbut masjid.
 
"Saya ingin jadi marbut. Tukang jaga masjid. Kalau enggak ada imam saya jadi imam. Saya yang bersihin masjid," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.
 
Sempat terlontar pertanyaan apakah Fahri juga akan menjaga peralatan milik masjid. Di antaranya amplifier yang kini menjadi sorotan publik. "Itu juga, sensitif itu," ujar Fahri sembari tertawa.

Baca: Isyarat agar Fahri Hamzah Berhenti Berdebat

Fahri menjadi anggota dewan melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun kini dia tak lagi diakui sebagai anggota partai. Pimpinan PKS di bawah kendali Sohibul Iman memastikan Fahri bukan lagi kader PKS. Segala pernyataan dan sikap Fahri, di luar tanggung jawab PKS.

 

Fahri adalah politikus dari Nusa Tenggara Barat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR sejak 2014.
 
Fahri yang aktif di organisasi-organisasi mahasiswa Islam di Jakarta turut membidani kelahiran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Malang, dan menjabat sebagai Ketua I pada periode 1998-1999.
 
Fahri ikut serta mengorganisir gerakan-gerakan melawan rezim Orde Baru bersama KAMMI. Bahkan, setelah jatuhnya Soeharto, ia bersama gerakannya tetap mendukung Presiden B.J. Habibie. Padahal, sebagian besar mahasiswa saat itu mulai menentang Habibie yang dianggap tidak berbeda dengan pendahulunya.

Baca: Fadli Dukung Niat Fahri Tinggalkan Politik

Jejak Kontroversial Fahri Hamzah tidak hanya sampai di situ. Selama menjadi anggota dewan, Fahri kerap melontarkan kata-kata yang kontroversial.
 
Fahri pernah menyebut banyak orang menjadi wakil rakyat kurang cerdas atau rada-rada beloon. Dia juga pernah mendorong wacana pembubaran KPK.




(FZN)