Tiga Agenda Penting MPR Selama Agustus

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 09 Aug 2017 18:42 WIB
berita mpr
Tiga Agenda Penting MPR Selama Agustus
Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono (kanan). Antara Foto/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan disibukkan dengan agenda kenegaraan selama Agustus. Berbagai persiapan oleh Sekretariat Jenderal MPR untuk melancarkan seluruh kegiatan tersebut.

Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan ada tiga agenda utama MPR pada Agustus ini. Pertama sidang tahunan MPR pada 16 Agustus, kedua peringatan Hari Konstitusi pada 18 Agustus, dan ketiga peringatan HUT MPR pada 29 Agustus.

Ma'ruf menjelaskan kegiatan sidang tahunan MPR merupakan mandat dari peraturan Tata Tertib MPR No. 1 Tahun 2014 yang menyebutkan MPR memfasilitasi penyelenggaraan sidang paripurna. MPR memfaslilitasi sidang paripurna untuk lembaga-lembaga negara dalam menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat.

"Sidang tahunan menjadi satu rangkaian dengan kegiatan sidang yang lain, yakni sidang bersama DPR dan DPD. Serta sidang DPR terkait nota keuangan RAPBN 2018," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Rabu 9 Agustus 2017.

Dalam sidang tersebut, Ma'ruf mengatakan seluruh kinerja lembaga negara disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bentuk pidato kenegaraan. Substansi dari pidato Presiden adalah materi yang disampaikan oleh lembaga-lembaga negara, dalam hal ini DPR, DPD, BPK, MA, KY, MK, dan termasuk Presiden.

Lalu terkait Hari Konstitusi, Ma'ruf menuturkan akan dijadikan sebagai refleksi dan evaluasi terhadap jalannya konstitusi. Rencananya Presiden Jokowi akan mengisi acara dengan membacakan pidato, dilanjutkan pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan grand final lomba cerdas cermat (LCC) MPR tingkat nasional.

Sedangkan untuk rangkaian HUT ke-72 MPR rencananya selama tiga hari, yakni 27 Agustus sampai 29 Agustus. Pada 27 Agustus rencananya akan diselenggarkan jalan sehat yang merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi.

Pada 28 Agustus, lanjut Ma'ruf, pihaknya akan melaksanakan simposium atau grand final debat konstitusi, constitutional drafting untuk mahasiswa. Menurut rencana simposium akan menghadirkan stakeholder besar. Tema yang diusulkan adalah 'Reformulasi Rencana Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.'

"Dari simposium ini diharapkan menghasilkan kesimpulan tentang perlu tidaknya GBHN menjadi suatu kebijakan nasional," katanya.

Pada acara puncak 29 Agustus, salah satu kegiatan adalah 'MPR Berdoa.' Acara ini nantinya akan diupayakan seluruh elemen masyarakat dapat terlibat. "Semua ini dalam rangka agar empat pilar MPR dilaksanakan di masyarakat," pungkasnya.


(TRK)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA