Jokowi-Gatot Diyakini Mampu Raup Suara FPI

Husen Miftahudin    •    Jumat, 06 Oct 2017 20:11 WIB
pilpres 2019
Jokowi-Gatot Diyakini Mampu Raup Suara FPI
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan), Mensesneg Pratikno (kedua dari kiri), Seskab Pramono Anung (kedua dari kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Negara. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai NasDem mulai melirik Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mendampingi Joko Widodo di pilpres 2019. Gatot diyakini mampu menarik suara dari kalangan umat Islam, khususnya Front Pembela Islam (FPI).

"Dekat dengan komunitas Islam, dekat dengan FPI dan lain sebagainya. Artinya bagus untuk mengisi ruang kekurangan pak Jokowi," kata pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Gatot dinilai figur yang dekat dengan pemilih muslim dan FPI. Di lain sisi, Jokowi-Gatot adalah kombinasi pasangan serasi antara sipil dan militer.

"Bagi saya itu pasangan yang sempurna, satu dari sipil dan kedua dari militer. Gatot juga dekat dengan ulama-ulama," tuturnya.

Baca: Gatot Nurmantyo Diwacanakan jadi Pendamping Jokowi

Sayangnya, pasangan Jokowi-Gatot akan kehilangan suara, utamanya dari luar Pulau Jawa. Ini mengingat Jokowi dan Gatot sama-sama berasal dari Pulau Jawa.

Namun menurut Ujang, kekurangan tersebut bisa diatasi. Asalkan, Jokowi dan Gatot berjanji akan menempatkan tokoh dari luar Pulau Jawa untuk mengisi kursi menteri di kabinet mereka.

"Bisa saja dengan diakomodir (tokoh luar Pulau Jawa) sebagai menteri," ungkap dia.

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi menyebut Gatot Nurmantyo adalah sosok pantas mendampingi Jokowi sebagai cawapres untuk Pilpres 2019. Kombinasi sipil dan militer diyakini mampu merebut simpati rakyat.

Puluhan tahun Indonesia dipimpin oleh militer, tepat menurut Taufiqulhadi bila Jokowi menggandeng figur militer. Karir Gatot di militer pun gemilang, maka pantas bila Jokowi menggandeng Panglima TNI itu.

Namun demikian, hal tersebut merupakan pandangan pribadi Taufiqulhadi. Keputusan NasDem hingga saat ini baru untuk capres, yakni Jokowi. "Sampai saat ini kami (baru) menegaskan capres adalah Jokowi," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Kamis 5 Oktober 2017.




(AZF)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA