Mahasiswa UI Menggugat Pansus Angket di Muka Gedung DPR

Husen Miftahudin    •    Kamis, 05 Oct 2017 20:22 WIB
unjuk rasaangket kpk
Mahasiswa UI Menggugat Pansus Angket di Muka Gedung DPR
Mahasiswa dari BEM UI berunjuk rasa di depan gedung DPR, Kamis 5 Oktober 2017. Foto: Metrotvnews.com/Husen

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mendatangi gedung DPR/MPR. Mereka mempertanyakan perpanjangan masa kerja panitia khusus (pansus) hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua BEM UI Muhammad Syaeful Mujab menyatakan perpanjangan masa kerja pansus tak berdasarkan niat baik untuk mengevaluasi lembaga antirasuah itu. Malah, dia menyebut perpanjangan itu sebagai bentuk nyata parlemen dalam upaya melemahkan KPK.

"Perpanjangan pansus adalah wujud nyata upaya pelemahan agenda pemberantasan korupsi secara sistemik," kata Syaeful di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis sore 5 Oktober 2017.

Kehadiran mereka juga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kemenangan Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang praperadilan. Kemenangan Novanto disebut penuh kejanggalan.

"Kemenangan Novanto semakin memperkuat indikasi adanya upaya pelemahan dalam tubuh peradilan di Indonesia," kata Syaeful.

Aksi ini membawa empat sikap dan tuntutan, di antaranya:
1. Menuntut DPR untuk segera membubarkan pansus hak angket KPK
2. Mengecam hasil sidang praperadilan Setya Novanto
3. Mendukung KPK segera melanjutkan proses penegakan hukum terhadap Setya Novanto
4. Menolak segala bentuk upaya pelemahan agenda pemnerantasan korupsi di Indonesia

Bila tak didengar, mereka mengancam membawa massa aksi dengan jumlah lebih besar. Mereka akan mengajak BEM kampus lain bergabung untuk melaksanakan aksi serupa.

Beberapa BEM yang diklaim siap turun ke jalan antara lain BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Ini sebagai pemanasan. Untuk waktunya kita sedang konsolidasikan dengan teman-teman dari kampus lainnya. Sudah saatnya (mahasiswa) bersatu," kata dia.


(UWA)