Imparsial Minta Panglima TNI Berikutnya Dipilih dari AL atau AU

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 12 Nov 2017 22:26 WIB
panglima tni gatot nurmantyopresiden jokowi
Imparsial Minta Panglima TNI Berikutnya Dipilih dari AL atau AU
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) berbincang dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (kedua kiri) dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri). ANT/Rossa Panggabean.

Jakarta: Imparsial menyarankan Presiden Joko Widodo tak lagi memilih Panglima TNI yang berasal dari Angkatan Darat. Presiden diminta memilih Panglima TNI berikutnya dari dua matra lain yakni, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

Wakil Direktur Imparsial Ghufron Mabruri menegaskan, rotasi kepemimpinan TNI tercantum dalam Pasal 13 (4) Undang-undang tentang TNI. Dalam pasal itu disebutkan, jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat Kepala Staf Angkatan.

"Artinya, jika melihat Panglima TNI saat ini yang berlatar belakang Angkatan Darat, maka posisi Panglima TNI berikutnya harus dirotasi kepada Angkatan Udara (AU) atau Angkatan Laut (AL)," kata Ghufron di kantornya, Jakarta, Minggu 12 November 2017.

Ghufron mengatakan, penerapan pola rotasi itu penting bukan karena tercantum dalam Undang-undang TNI. Namun, rotasi ini bisa membangun soliditas dan profesionalitas di tubuh TNI.

"Pola rotasi jabatan Panglima TNI akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI. rasa setara tersebut dapat menjadikan aspek kesatuan antar matra lebih baik," ujar dia.

Selain itu, Ghufron menegaskan, rotasi jabatan Panglima TNI sejalan dengan agenda pemerintah yang ingin membangun kekuatan maritim Indonesia.

"Membangun maritime security membutuhkan pembangunan kekuatan terintegrasi antar Angkatan Udara dan Angkatan Laut dengan tidak meninggalkan kekuatan Angkatan Darat," pungkas Ghufron.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada awal tahun depan. Masa jabatan Gatot diketahui berakhir pada Maret 2018.



(DRI)