KPK bakal Mengkaji Untung Rugi Pilkada Langsung

Ilham wibowo    •    Senin, 12 Mar 2018 14:35 WIB
pilkada serentak
KPK bakal Mengkaji Untung Rugi Pilkada Langsung
Ketua KPK Agus Rahardjo (berbatik)/Medcom.id/Ilham Wibowo

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengkaji wacana perombakan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. Wacana ini muncul setelah beberapa calon kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK lantaran kebutuhan ongkos pilkada.

Agus menegaskan pengkajian bakal melibatkan banyak pengambil kebijakan maupun ahli. Kajian banyak pihak diyakini membuahkan kesimpulan akurat.

"Nanti kita undang lah banyak ahli, banyak pakar kita undang, untung-ruginya baik-buruknya apakah pilkada langsung apakah pilkada keterwakilan seperti yang lalu," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

Baca: Ide Perombakan Sistem Pilkada bakal Didiskusikan bersama KPK

Pengkajian merupakan salah satu upaya pencegahan. Fungsi pencegahan perlu dilakukan melalui penelitian sistem demokrasi yang berlaku saat ini.

Wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan melalui sistem keterwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) disampikan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bambang menjelaskan pilkada langsung berdampak pada meningkatnya korupsi.

"Kami memberikan masukan berdasarkan masukan dari masyarakat bahwa ada sebagian publik menilai pilkada langsung lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," kata Bambang.

Baca: Peserta Pilkada Tersangka Korupsi Diumumkan Pekan Ini

Bambang menilai kajian KPK penting untuk menjamin pesta demokrasi bebas korupsi. Ia meyakini persoalan ongkos besar calon kepala daerah bakal menganggu kinerja pelayanan masyarakat ketika calon terpilih.

"Kita minta kepada KPK untuk melakukan pengkajian apakah benar apa yang disampaikan sebagian masyarakat kepada kami di DPR bahwa pilkada langsung ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Terutama terkait pada upaya-upaya pemberantasan korupsi," ujar politikus Golkar itu.


(OJE)