Gugatan Hamdan-Babay Dinilai tak Logis

Nur Azizah    •    Senin, 17 Sep 2018 16:32 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Gugatan Hamdan-Babay Dinilai tak Logis
Ilustrasi Pemilu - Medcom.id

Jakarta: Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara Hamdan Datunsolang-Murianto Babay. Hamdan-Babay melaporkan telah terjadi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilbup Bolaang Mongondow Utara 2018.

Dalam pokok permohonannya, Hamdan-Babay menyebut KPU tidak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Paslon Depri Pontoh dan Amin Lasena. Beberapa di antaranya, pelibatan ASN sebagai penyelenggara sebanyak 693 orang dan pemilih di bawah umur sebanyak delapan orang.

Selanjutnya, melibatkan pemilih pengguna DPTb yang tidak terdaftar di ATb-KWK sebanyak 2.348 orang, menghilangkan nama dalam DPT sebanyak 8 orang, pemilih dari luar daerah yang tidak terdaftar di DPT sebanyak 2 orang, hingga melakukan politik uang kepada 200 orang.

Namun, pokok permohonan itu tidak bisa dibuktikan. Oleh karena itu Hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan tersebut.

"Menolak eksepsi termohon dan pihak terkait. Dalam pokok perkara, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Demikian diputus dalam Rapat Permusyawaratan Hakim," kata Ketua Hakim MK Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin 17 September 2018.

Dalam pokok permohonan, Hamdan-Babay juga menyebut 4.059 suara dari 19.645 suara sah yang diperoleh Depri-Lasena didapat dari cara curang. Namun, Anwar menyebut permohonan tersebut tidak logis.

Pada Pilbup 2018, Depri-Lasena mendapat suara paling banyak sekitar 19.645 suara. Menyusul pasangan Hamdan-Murianto dengan 19.202 suara lalu pasang Karel Bangko-Arman Lumoto dengan 10.521 suara.
 


(REN)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

38 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA