Demokrat Minta Klarifikasi Andi soal Mahar Rp500 Miliar

M Sholahadhin Azhar    •    Sabtu, 11 Aug 2018 15:48 WIB
pilpres 2019
Demokrat Minta Klarifikasi Andi soal Mahar Rp500 Miliar
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. Foto: MI/Bary.

Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan akan memanggil wakilnya Andi Arief. Dia akan dimintai klarifikasi terkait ucapannya yang menyebut Sandiaga Uno memberikan mahar Rp500 miliar untuk PAN dan PKS.
 
"Nanti aku omongongin dulu deh. Mudah-mudahan nanti ketemu. Saya belum ketemu dia sejak kemarin," kata Hinca di pelataran rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Agustus 2018.
 
Dia mengungkapkan sejak 8 Agustus 2018  ia belum bertemu Andi. Hinca juga enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait keterlibatan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. "Nanti akan kutanyakan dulu ke dia," kata Hinca.
 
Tak berselang lama sejak kedatangan Hinca di rumah SBY, Andi Arief tiba di lokasi dengan menumpang taksi. Andi sempat mendatangi koleganya untuk berbincang, namun buru-buru masuk saat ditanya awak media.
 
"Nanti dulu ya," ujarnya.
 
Sebelumnya, Andi Arief membeberkan info terkait mahar Sandiaga Uno pada PAN dan PKS. Andi menyebut informasi itu berasal dari politikus Gerindra Fadli Zon dan elit Gerindra lain.
 
"Itu adalah keterangan resmi dari tim kecil Partai Gerindra, yaitu Fadli Zon, Prasetyo, Sufmi Dasco, dan Fuad Bawazier," kata Andi melalui pesan tertulis, 11 Agustus 2018.

Baca: PPATK Digandeng Usut Mahar Rp500 Miliar

Menurutnya, kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa, 8 Agustus 2018. Saat itu, Demokrat meminta penjelasan mengenai nama Sandiaga Uno yang muncul dalam bursa cawapres Prabowo. Pasalnya, nama tersebut baru muncul setelah formulasi nama-nama lainnya di bursa.
 
Saat itu, menurutnya, Demokrat meminta penjelasan pada Gerindra, mengapa nama Sandiaga tiba-tiba dideklarasikan sepihak pada Kamis, 9 Agustus 2018. Tim kecil Gerindra lantas membeberkan bahwa Sandiaga dipilih karena mampu secara finansial, dan membayar mahar kepada PAN dan PKS.
 
"Sebagai kompensasi atas mengalahnya PAN dan PKS untuk tidak menjadi wakil Pak Prabowo," sebut Andi.


(FZN)