Bawaslu Usut Dugaan Mahar Rp500 Miliar

Arga sumantri    •    Kamis, 09 Aug 2018 14:41 WIB
pilpres 2019
Bawaslu Usut Dugaan Mahar Rp500 Miliar
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan mengusut dugaan mahar Rp500 miliar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fulus itu disebut digelontorkan untuk kursi calon wakil presiden (cawapres).

"Bawaslu akan menelusuri kebenaran berita tersebut," kata anggota Bawaslu Fritz Edward di Kantor Komisi Pemiluhan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut Fritz, tahap pengusutan dimulai dengan proses klarifikasi. Bawaslu akan memanggil sejumlah pihak yang memang dibutuhkan keterangannya terkait kasus tersebut. 

"Nanti bisa dilihat dari klarifikasi apakah benar ada telah terjadi sebuah dugaan (mahar)," ujar dia. 

Setelah itu, apabila terbukti, masalah akan dimasukkan pada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Lembaga itu bakal membuktikan ada tidaknya aliran uang.

"Dan nanti kita akan menunggu waktu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ucap Fritz. 

Fritz memastikan jika terbukti di pengadilan, PAN dan PKS terancam sanksi tak boleh mengusung pasangan calon di periode mendatang. Bukan cuma itu, pasangan calon yang diusung dua partai itu juga terancam didiskualifikasi.

Baca: Margarito: Sandiaga Harus Izin kepada Jokowi

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Andi Arief menuding Sandiaga menggelontorkan duit Rp500 miliar masing-masing kepada PAN dan PKS. Duit itu disebut sebagai kompensasi agar PAN dan PKS menyetujui Sandi menjadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Andi Arief juga menuding Prabowo lebih memilih uang ketimbang berjuang. Dia pun sempat memberi sinyal koalisi Demokrat dan Gerindra retak. 

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," cuit Andi Arief melalui akun twiternya.


(OGI)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

7 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA