Jokowi Tegaskan tak Ada Rujuk Nasional

Githa Farahdina    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:35 WIB
unjuk rasa
Jokowi Tegaskan tak Ada Rujuk Nasional
Presiden Joko Widodo. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo tidak sepakat dengan istilah rujuk nasional dalam menyikapi ‘Aksi Bela Islam’. Menurut Presiden, tidak ada yang perlu dirujuk dan tidak ada yang pernah berselisih.
 
"Yang berantem siapa? Rujuk-rujuk itu kita enggak berantem kok," kata Jokowi usai bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).
 
Menurut Jokowi, Indonesia lebih membutuhkan pengingat soal keberagaman dan kemajemukan. Rujuk dan rekonsiliasi, kata Presiden, hanya dibutuhkan jika Indonesia dalam posisi berseberangan antarelemen masyarakat. "Kita biasa saja," ujar Presiden.
 
Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menggulirkan wacana digelarnya rujuk nasional karena ada perbedaan tajam antara kepolisian dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Rencananya rujuk dilaksanakan setelah ‘Aksi Bela Islam III’.
 
Mereka juga mengklaim rujuk nasional digelar untuk menemukan solusi. Hal itu perlu dilaksanakan karena Indonesia belakangan dilanda berbagai masalah.
 
Aksi damai 2 Desember adalah aksi lanjutan yang dilakukan GNPF MUI bersama organisasi masyarakat lain. Aksi ini akan digelar di Monas pada 2 Desember.
 
Tujuan aksi tersebut meminta kepolisian menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu telah ditetapkan sebagai tersanga pada 16 November lalu.



(FZN)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

36 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA