Pengamat: Jokowi tak Akan Reshuffle Airlangga untuk Hindari Kegaduhan

Ilham wibowo    •    Sabtu, 06 Jan 2018 14:20 WIB
partai golkarreshufle kabinet
Pengamat: Jokowi tak Akan <I>Reshuffle</I> Airlangga untuk Hindari Kegaduhan
Pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes--MI/Immanuel Antonius

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini tak akan melakukan reshuffle Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ‎dalam waktu dekat. Jokowi dinilai bakal menghindari potensi kegaduhan politik. 

Isu rotasi menteri ini berhembus usai Airlangga merangkap jabatan lantaran terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Menurut Arya, baik Airlangga maupun Jokowi saat ini tengah membangun relasi politik. 

‎"Kalau ada perombakan, ini akan menjadi resiko politik di Golkar sendiri maupun bagi Jokowi. Resiko politik ini akan besar," kata pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 Januari 2018. 

Jokowi dinilai sudah mempertimbangkan resiko politik yang akan terjadi jika melakukan reshuffle. Karenanya, kata Arya, Jokowi ‎hanya perlu meyakinkan publik bila Airlangga tetap bisa bekerja secara profesional.

"Jokowi sangat menghindari kegaduhan politik. Kalau ada pergantian, tentu di internal Golkar juga akan bergejolak siapa yang akan disiapkan. Saya kira Airlangga Hartarto akan tetap jadi Ketum, dan Jokowi juga akan tetap seperti itu," paparnya. 

Baca: Ditanya Rangkap Jabatan, Ini Jawaban Airlangga

Sementara itu, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menuturkan, Presiden Jokowi perlu menjaga hubungan baik dengan Partai Golkar jelang Pemilu 2019. Sebagai partai pemenang suara terbanyak pada Pemilu 2014, peran Golkar dinilai sangat penting terlebih saat ini telah menyatakan dukungan untuk Jokowi. 

"Perlu dukungan di luar Parpol asalnya yakni PDIP. Ketika punya pijakan maka Pak Jokowi menempatkan Parpol pada posisi penting terutama Partai Golkar," kata Saiful. 

Reshuffle kabinet dengan menggeser Airlangga dinilai bakal mengubah dinamika politik. Bukan tidak mungkin, kata Saiful, DPP Partai Golkar kemudian akan mengevaluasi dukungan di Pemilu 2019. 

"Golkar cenderung akan kompak bila mendukung kekuasaan. Jika Airlangga geser jadi menteri dan posisi Airlangga dan Jokowi renggang, pengurus DPP Golkar akan berubah dan itu merugikan untuk kepentingan di 2019," tandasnya. 

Soksi Siap Bila Airlangga di-reshuffle

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) tak mempermasalahkan jika Jokowi me-reshuffle Airlangga. "Kami siap dengan segala kondisi, apapun yang terjadi kami siap," Ketua Dewan Pimpinan Nasional Soksi Ichsan Firdaus. 

Anggota DPR komisi IV ini menilai, keputusan me-reshuffle posisi menteri sepenuhnya ada di tangan Jokowi. Ada maupun tidak rotasi jabatan tersebut, kata dia, organisasi pendiri Partai Golkar ini bakalan tetap konsisten mendukung pemerintahan Jokowi hingga 2019. 

"Kami siap mendorong kader apabila diminta untuk mengganti (posisi Menteri Perindustrian)," ujarnya.  



Ichsan menuturkan, Partai Golkar punya tim yang tetap solid untuk menjalankan AD/ART kepartaian. Menurutnya, kehadiran Airlangga sebagai Ketum yang diimbangi dengan tindakan profesional dinilai telah menaikan elektabilitas Partai Golkar secara signifikan. 

"Selama sebulan Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar, iklim panas menjadi lebih kondusif. Partai Golkar tidak terganggu dengan kerja Airlangga di kabinet, beliau profesional," ungkap Ichsan. 

Meski demikian, dia menambahkan, Partai Golkar saat ini tengah bekerja keras untuk segera merampungkan tahapan Pilkada serentak di 171 daerah pemilihan. Selain itu, Partai Golkar juga perlu merampungkan beberapa agenda di internal partai termasuk ihwal nama calon ketua DPR. 

"Paling dinamika kecil, revitalisasi pengurus dan siapa calon ketua DPR. Itu dinamika Golkar di kepemimpinan Airlangga yang sedang persiapkan," ujarnya. 


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA