Terorisme Maritim dan IUU Fishing Jadi Perhatian Indonesia-AS

Wandi Yusuf    •    Jumat, 03 Nov 2017 23:31 WIB
kemaritimanmaritim dan kelautan
Terorisme Maritim dan IUU Fishing Jadi Perhatian Indonesia-AS
Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat di bidang maritim terfokus pada dua persoalan. Keduanya adalah terorisme maritim dan pencurian ikan secara ilegal (IUU Fishing).

Kedua isu ini mengemuka saat penyelenggaraan seminar internasional Indonesia-Amerika Serikat yang digagas Kementerian Pertahanan, Naval Postgraduate School (NPS), dan Naval War College (NWC). Seminar diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 1 November 2012.

"Persoalan terorisme maritim dan IUU Fishing paling hangat diperbincangkan," kata Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian, salah satu peserta seminar, dalam keterangan tertulis, Jumat 3 November 2017.

Dalam menyikapi terorisme maritim, ujar dia, setiap negara harus merujuk hukum internasional dan nasional. TNI Angkatan Laut yang memiliki peran polisional di laut perlu dilibatkan dalam mengatasi persoalan ini.

"Sesuai dengan rezim laut, TNI AL berwenang mencegah terjadinya terorisme maritim, baik ancaman terhadap kapal maupun platform statis seperti kilang minyak," ujarnya.

Untuk persoalan IUU Fishing, peserta seminar banyak membahas mengenai teknis kerja sama internasional seperti apa yang efektif memberantas kejahatan itu.

"Karena IUU Fishing sudah termasuk transnational maritime crime (kejahatan lintas negara) yang mengancam stok ikan dunia dan merusak ekosistem kelautan. Makanya penanganannya harus lintas negara,” ujar Octavian.

Baca: Upaya Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia Berjalan Baik

Seminar ini adalah lanjutan dari Seminar bertajuk "2nd Maritime Defense in Littoral Environment" yang berlangsung akhir Februari lalu.

Seminar membagi peserta ke dalam beberapa kelompok untuk membahas isu-isu tertentu. Ini dilakukan agar peserta aktif berdiskusi. Di seminar ini pun dibahas ide poros maritim dunia yang dicetuskan pemerintah Indonesia serta sejumlah isu keamanan maritim lain.

Seminar dihadiri Asisten Deputi Koordinator Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim Basilio Araujo, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, sejumlah pejabat sipil dan militer dari lintas kementerian, perwakilan dari Mabes TNI, Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, Mabes TNI AU, Badan Keamanan Laut (Bakamla), sejumlah lembaga, pakar, serta dosen dan mahasiswa.

Dari perwakilan AS hadir Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan, Panglima Armada Ketujuh AS Vice Admiral (Laksamana Madya) Philip G Sawyer, Panglima Marinir Ketiga AS Lieutenant General (Letnan Jenderal) Lawrence D Nicholson, Direktur Integrasi Intelijen Maritim Nasional Rear Admiral (Laksamana Muda) Robert D Sharp, serta rombongan militer, coastguard, serta profesor dari NPS dan NWC.




(UWA)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA