Fadli Zon Sebut Tuntutan untuk Ahok Terlalu Enteng

Husen Miftahudin    •    Kamis, 20 Apr 2017 17:02 WIB
kasus hukum ahok
Fadli Zon Sebut Tuntutan untuk Ahok Terlalu Enteng
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Foto: MI/Angga

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai tuntutan terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama terlalu ringan. Tuntutan itu tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.
 
"Kalau melihat dari apa yang dilakukan dan dampaknya, menurut saya itu terlalu kecil," kata Fadli di kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.
 
Fadli meminta tuntutan itu dikaji kembali oleh ahli hukum dan pihak yang melaporkan Ahok. Seharusnya, kata Fadli, tuntutan Ahok harus sesuai delik yang dikenakan, yakni Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman penjara selama lima tahun.
 
"Kan ada tuntutan empat tahun, lima tahun. Menurut saya sih yang sesuai dengan itu saja," katanya.
 
Fadli ingin ada pembelajaran dari kasus Ahok. Fadli tak ingin kasus penodaan agama yang menjerat Ahok terulang. Sebab, bila hukumannya ringan, dikhawatirkan akan banyak yang melakukan penodaan agama.
 
"Tidak boleh orang itu menistakan agama, apalagi beda agama. Kalau cuma dituntut segitu, nanti orang seenaknya menistakan agama. Menurut saya, ini tidak memberikan pelajaran hukum yang baik," ujar Fadli.
 
Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi rumusan pidana sebagaimana masuk dalam pidana alternatif kedua Pasal 156 KUHP. "Menjatuhkan pidana terhadap Basuki alias Ahok dengan pidana penjara selama satu tahun dengan masa percobaan dua tahun," kata Ketua Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono.
 
Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
 
 
 


(FZN)