AS Komitmen Tingkatkan Investasi di Indonesia

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 20 Apr 2017 12:23 WIB
indonesia-as
AS Komitmen Tingkatkan Investasi di Indonesia
Presiden Jokowi (kanan) dan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence (kiri) saat jumpa pers di Istana Merdeka Jakarta. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Amerika Serikat (AS) berkomitmen meningkatkan investasi di Indonesia. Juga perdagangan.

"Bulan depan akan ada tim yang membahas mengenai pengaturan perdagangan dan investasi bilateral berdasarkan prinsip-prinsip win-win solution," kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers bersama Wapres AS Michael Richard Pence di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Kedua, Indonesia sebagai negara muslim terbesar pertama di dunia dan sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, sepakat menguatkan kerja sama di bidang perdamaian.

Diketahui, Indonesia dan AS kan mengangkat sejumlah topik penting dalam kunjungan kehormatan Wapres Pence. Topik itu antaran lain, peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi; kerja sama maritim; kerja sama penanggulangan terorisme.

Kemudian, peningkatan saling pengertian dalam memajukan toleransi beragama dan nilai Islam moderat; serta keberlanjutan keterlibatan AS di kawasan Asia dan Pasifik khususnya Asia Tenggara.

Indonesia dan AS juga memiliki kesamaan nilai demokrasi dan kebinekaan serta kepentingan strategi yang sama memajukan stabilitas keamanan dan peningkatan kesejahteraan di kawasan dan dunia.

Dalam perdagangan bilateral, Amerika merupakan mitra dagang Indonesia terbesar keempat. Pada tahun 2016 sebesar USD23,4 miliar, dan tahun 2015 sebesar USD23,8 miliar, surplus RI sebesar USD8,6 miliar.

Sementara itu, AS merupakan investor asing terbesar ketujuh di Indonesia. Jumlah investasi pada tahun 2016 sebesar USD1,16 miliar dalam 540 proyek dan tahun 2015 sebesar USD893,2 juta dalam 261 proyek.

Bidang usaha yang paling diminati investor AS di Indonesia adalah pertambangan, makanan, alat angkut, dan kimia atau farmasi.

Komoditas utama RI ke AS antara lain produk manufaktur apparel sebesar USD4,72 miliar; produk makanan sebesar USD1,78 miliar; poduk kulit sebesar USD1,56 miliar; komputer dan produk elektronik sebesar USD1,43 miliar; dan produk perikanan sebesar USD1,39 miliar.

Adapula komoditas utama RI dari AS, antara lain poduk pertanian USD1,81 miliar; produk makanan sebesar USD783,7 juta; bahan kimia (Chemicals) sebesar USD781,6 juta; dan alat transportasi sebesar USD626,4 juta.


(MBM)