Pergantian Kahar Strategi Golkar Menghadapi Pemilu 2019

Husen Miftahudin    •    Selasa, 18 Apr 2017 14:21 WIB
golkarperombakan fraksi golkar dpr
Pergantian Kahar Strategi Golkar Menghadapi Pemilu 2019
Setya Novanto (tengah) didampingi Kahar Muzakir (kiri) dan Idrus Marham. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mulai bersiap menghadapi pemilu 2019. Salah satu strategi adalah mencopot Kahar Muzakir dari jabatan Ketua Fraksi di DPR RI.

Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham membantah pencopotan Kahar dari jabatan itu karena konflik dengan Ketua Umum Setya Novanto. Menurut dia, DPP mengganti ketua fraksi agar Kahar fokus menjalankan tugas sebagai Ketua Koordinator bidang Kepartaian.

Idrus tak memungkiri kinerja yang baik anggota di fraksi dan partai sama pentingnya. Tapi, pengurus partai punya tugas besar dalam dua tahun ke depan; pilkada 2018 dan pemilu 2019.

"Pilkada 2018 sudah di depan. Pileg dan pilpres 2019 tidak terasa kita akan sampai ke sana," kata Idrus di gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa 18 April 2017.

Idrus menegaskan, DPP Golkar membutuhkan tenaga Kahar untuk menghadapi dua agenda itu. Kahar diyakini akan lebih efektif menjalankan tugas Ketua Koordinator bidang Kepartaian Golkar setelah tidak memegang jabatan di fraksi.

"Pak Kahar sama sekali tidak gagal, selama ini berjalan dengan baik. Saya kira hanya diminta konsentrasi dan sebagainya," ujar Idrus.

Pergantian Kahar dalam proses. Setya Novanto akan menyampaikan secara resmi pergantian ketua fraksi Golkar dalam waktu dekat.

Di tengah hiruk-pikuk pilkada 2017, PKS juga sudah siap-siap menghadapi pemilu 2017. DPP PKS mencopot Sohibul Iman dari keanggotaan DPR agar fokus sebagai Presiden PKS.

 


(TRK)