Fasilitas Kesehatan Menjamur dalam 4 Tahun

Muhammad Al Hasan    •    Jumat, 11 Jan 2019 08:46 WIB
fasilitas kesehatan
Fasilitas Kesehatan Menjamur dalam 4 Tahun
RSUD Pasar Minggu, Jakarta. Foto: MI/Galih Pradipta.

Jakarta: Kementerian Kesehatan mengeklaim pembangunan fisik fasilitas kesehatan di daerah-daerah cukup pesat dalam empat tahun terakhir. Melalui program Indonesia Sehat, berbagai peningkatan keberadaan fasilitas kesehatan menanjak secara statistik

"Pembangunan sarana fisik secara kumulatif dari 2015 hingga Agustus 2018 mencakup 2.725 pembangunan puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) baru, 5.654 rehab puskesmas dan 184 pembangunan public safety center (PSC)," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Januari 2018.

Selain itu, pemerintah juga membangun sebanyak 2.354 puskesmas keliling roda empat, 16.158 kendaraan roda dua, 264 puskesmas keliling air, 1.050 ambulans. "Di tahun 2019, Menkes (menteri kesehatan) berkomitmen akan membangun 279 puskesmas di daerah tertinggal dan perbatasan," kata Nila.

Menurut dia, fasilitas pelayanan rujukan juga berkembang. Pengembangan ini meliputi pembangunan 20 rumah sakit (RS) rujukan provinsi, 110 RS rujukan regional, 14 rujukan nasional, 474 rumah sakit umum daerah (RSUD) lainnya, dan 64 RS pratama.

Sebanyak 139 instalasi farmasi juga dibangun. Penyediaan obat di 9.740 puskesmas di seluruh Indonesia juga terjamin.

Baca: Pemerintah Diminta Suntikkan Dana ke BPJS Kesehatan

Menkes juga terus berupaya mengurangi ketimpangan akses pelayanan kesehatan. Sejak 2015 hingga September 2018, tenaga kesehatan telah ditempatkan melalui Nusantara Sehat (NS) baik secara tim maupun individu.

"Sebanyak 7.377 tenaga kesehatan NS yang tersebar di 1.661 puskesmas daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, di 361 kabupaten/kota di 29 provinsi," ujar dia.

Selama 4 tahun, Kemenkes juga telah memberikan beasiswa kepada 3.601 dokter untuk mengikuti program pendidikan dokter spesialis. Dari 2016 sampai 2018, 1.787 calon dokter spesialis (residen) dan 2.039 wajib kerja dokter spesialis (WKDS) disebar di 631 RS.





(OGI)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA