Pansus RUU Pemilu Siap Ketok Palu 5 Isu Krusial

Renatha Swasty    •    Kamis, 13 Jul 2017 15:22 WIB
revisi uu pemilu
Pansus RUU Pemilu Siap Ketok Palu 5 Isu Krusial
Ketua Panitia Khusus Revisi UU Pemilu Lukman Edy. Foto: Metrotvnews.com/Lis

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia khusus (Pansus) RUU Pemilu melanjutkan rapat. Pansus menjadwalkan mengambil keputusan lima isu krusial yang sudah ditetapkan. Rapat dimulai sekira pukul 14.30 WIB. Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy membuka rapat terbuka untuk umum itu.

"(Keputusan) ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat, ditunggu-tunggu oleh partai," kata Lukman di Ruang Rapat Pansus RUU Pemilu, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis 13 Juli 2017.

Hari ini pansus bakal mengambil satu keputusan dari lima paket isu krusial yang sudah disepakati, yakni:
1. Paket A
- Ambang batas presiden: 20/25 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Besaran kursi: 3-10
- Konversi suara: saint lague murni

2. Paket B
- Ambang batas presiden: 0 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Besaran kursi: 3-10
- Konversi suara: kuota hare

3. Paket C
- Ambang batas presiden: 10/15 persen
- Ambang batas parlemen: 4 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Besaran kursi: 3-10
- Konversi suara: kuota hare

4. Paket D
- Ambang batas presiden: 10/15 persen
- Ambang batas parlemen: 5 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Besaran kursi: 3-8
- Konversi suara: saint lague murni

5. Paket E
- Ambang batas presiden: 20/25 persen
- Ambang batas parlemen: 3,5 persen
- Sistem pemilu: terbuka
- Besaran kursi: 3-10
- Konversi suara: kuota hare

Sebelum mengambil keputusan, ketua pansus mempersilakan tim sinkronisasi dan tim perumus membacakan laporan. Hadir dalam rapat itu perwakilan pemerintah yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Baca: Wapres: RUU Pemilu Kalau Macet, Ya Voting

Tjahjo Kumolo mengaku bakal mendengarkan lebih dulu perihal pandangan fraksi-fraksi. "Kami menunggu, mendengarkan pandangan mini fraksi di pansus. Setelah mendengarkan bagaimana petanya, opsi mana yang akan diambil, baru pemerintah akan memberikan pendapat," kata Tjahjo

Dia berharap, baik fraksi maupun pemerintah, mencapai kata sepakat dengan musyawarah. Dia belum mau berandai-andai jikalau tak terjadi kesepakatan, terutama soal ambang batas presiden. "Nanti kita lihat," ujar dia.




(UWA)

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

25 minutes Ago

KPK menyatakan telah mengantongi bukti baru dari tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto.

BERITA LAINNYA