Idulfitri Meredam Gejolak Politik

Dheri Agriesta    •    Kamis, 14 Jun 2018 10:58 WIB
Ramadan 2018
Idulfitri Meredam Gejolak Politik
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat. Foto: MI/Permana.

Jakarta: Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat tak mencemari Idulfitri dengan ketegangan karena perbedaan pandangan politik. Lebaran harus dipenuhi kebaikan dan kebahagiaan.

"Idulfitri ini anugerah luar biasa, karena jutaan orang bisa berkumpul kembali dalam kebahagiaan dan kebaikan," kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Juni 2018.

Syahrul meminta masyarakat tak merusak momen bahagia itu dengan hal-hal yang memicu ketegangan dan perpecahan. Selama mudik, masyarakat sebaiknya berbagi cerita menyenangkan dan mempererat silaturahmi.

"Tidak enak kalau kumpul-kumpul berujung saling membenci karena ada yang memaksakan pandangan atau pendapatnya," tambah Syahrul.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menambahkan, ada saja orang yang mengajak pemudik menceritakan hal negatif pemerintah. Beberapa orang bahkan mengajak pemudik menyebarkan hal-hal yang tak jelas kebenarannya.

Baca: Ulama Pahami Niat Pemerintah

Syahrul yakin mayoritas masyarakat memilih membahas hal positif yang memicu kebahagiaan di lingkungan mereka. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang sukses dalam pengamalan ajaran Islam.

Banyak negara sahabat belajar ke Indonesia. Karena, Indonesia bisa menyandingkan Islam dengan demokrasi.

"Banyak negara mengaku sangat ingin menimba pengalaman dari Indonesia yang menyandang dua status penting, negara berpenduduk muslim terbanyak sekaligus salah satu dari lima besar negara demokrasi," ujarnya.


(FZN)