KPU Ajak Peserta Pemilu Tekan Angka Suara Tidak Sah

Faisal Abdalla    •    Jumat, 13 Jul 2018 17:04 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
KPU Ajak Peserta Pemilu Tekan Angka Suara Tidak Sah
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merilis hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Hasilnya, dua daerah di Pulau Jawa justru memiliki angka suara tidak sah tertinggi. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan faktor penyebab banyaknya suara tidak sah berbeda-beda antara daerah. 

"Apa yang menyebabkan surat suara tidak sah, merujuk pada pilkada-pilkada sebelumnya yang datanya pernah kita verifikasi, itu variannya memang macam-macam," kata Arief di Gedung KPU, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018. 

Arief mengatakan faktor penyebab suara tidak sah bisa disebabkan karena kurangnya informasi pemilih terkait tata cara menggunakan hak suara dengan baik. Namun, di sisi lain suara tidak sah juga bisa disebabkan oleh faktor kesengajaan pemilih. 

Terkait dengan hal itu, Arief mengatakan KPU bakal menggencarkan sosialisasi tata cara penggunaan hak suara yang baik kepada masyarakat. Namun, dia menegaskan perlu peran peserta pemilu. 

(Baca juga: Angka Suara tidak Sah Tertinggi di Jatim)

"Mereka selaku pemilik konstituennya diharapkan ikut mengingatkan kepada pemilih agar menggunakan suaranya, bukan menggunakan saja, tetapi menggunakan dengan benar. Sehingga energi pemilih untuk menggunakan suaranya menjadi bermakna dan bermanfaat," tandas dia. 

Berdasarkan evaluasi Bawaslu, ada sekitar 3 juta surat suara tidak sah selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, pada 27 Juni lalu. 

"Jumlah suara tidak sah secara total secara nasional itu 3.098.239 atau 3 persen dari jumlah pengguna hak pilih yang menggunakan hak pilih dalam pilkada," kata Komisioner Bawaslu M Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. 

Afif mengungkapkan tiga daerah yang jumlah surat suara tidak sahnya paling tinggi, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. 

Di Jawa Tengah terdapat 778.805 suara tidak sah berbanding 17.630.687 suara sah. Presentasi jumlah suara tidak sah di Jawa Tengah mencapai 4 persen. 

Di Kalimantan Timur, sebanyak 50.110 suara tidak sah berbanding jumlah suara sah sebanyak 1.133.090. Presentasi jumlah suara tidak sah di Kaltim juga mencapai 4 persen. 

"Di Jawa Timur terdapat 782.027 suara tidak sah dan 19.541.232 suara sah. Presentasi surat suara tidak sah sebesar 4 persen," beber Afif. 




(REN)