Pembelian Helikopter Agusta Westland AW101 Masih Dimungkinkan

Desi Angriani    •    Kamis, 03 Dec 2015 21:14 WIB
helikopter
Pembelian Helikopter Agusta Westland AW101 Masih Dimungkinkan
Presiden Jokowi---MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembelian helikopter jenis Agusta Westland AW101 masih dimungkinkan jika perekonomian nasional kembali stabil. Meskipun, Presiden Joko Widodo menolak pembelian helikopter VVIP baru yang diusulkan TNI AU itu.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kemungkinan tersebut masih terbuka. "Kita lihat manfaatnya juga, jangan asal beli juga," ujar Ryamizard di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Menurut Ryamizard, pembelian helikopter VVIP untuk Presiden dan Wakil Presiden perlu dipertimbangkan. Apalagi untuk keamanan dan kenyamanan petinggi negara dan tamu negara yang bakal menggunakannya.

"Jangan sampai kita nunggu jantung berdebar-debar, harus aman," ungkap dia.


Agusta Westland AW101 (Wikipedia)

Wakasau Marsdya Hadiyan Sumintaatmadja mengaku legowo dengan keputusan Presiden. Pihaknya, hanya menginginkan pengadaan alutsista yang lengkap di tubuh TNI. Dia tak mempersoalkan jika harus mengandeng industri pesawat dalam negeri.

"Tapi ketika dalam negeri belum bisa bikin, kan boleh kita bikin di luar negeri," ujar Hadiyan.

TNI AU sebelumnya berencana membeli tiga helikopter baru VVIP jenis Agusta Westland AW101. Helikopter made in Inggris-Italia ini merupakan helikopter angkut kapasitas menengah yang dapat digunakan untuk kepentingan militer antikapal selam dan sipil.

Saat ini, Helikopter Kepresidenan menggunakan Super Puma VVIP TNI AU. Helikopter ini digunakan untuk menerbangkan presiden ke daerah yang tidak mungkin didarati pesawat terbang dan terlalu memakan waktu bila ditempuh lewat darat. Helikopter buatan Prancis ini dioperasikan Skuadron 45 VIP TNI AU yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


(TII)