DPR Menunggu Usulan Pergantian Panglima TNI

Ilham wibowo    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:04 WIB
panglima tni gatot nurmantyo
DPR Menunggu Usulan Pergantian Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan)/ANT/Hafidz Mubarak

Jakarta: Komisi I DPR RI menunggu pemerintah mengusulkan nama pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nuryanto yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Pembahasan akan dilakukan pada masa sidang selanjutnya.

"Kita menunggu apakah Presiden (Joko Widodo) berkirim surat atau tidak. Kalau presiden berkirim surat saya yakin itu (pergantian Panglima TNI) akan dibahas nanti pada masa persidangan yang akan datang," kata Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha kepada Metrotvnews.com, Selasa 14 November 2017.

Menurut Tamliha, pilihan nama untuk posisi panglima TNI sepenuhnya menjadi hak prerogratif Presiden Jokowi. Ia bebas memilih kembali dari matra Angkatan Darat (AD) maupun diamanatkan kepada jendral dari matra Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL). Anggota dewan di Komisi I, kata Syaifullah, hanya akan menguji kapabilitas nama yang dipilih.

"Biasanya dalam satu surat itu ada dua, meminta persetujuan pergantian panglima TNI dan kedua meminta menyetujui calon panglima yang direstui oleh presiden," ucap dia.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem Supiadin Aries mengatakan, usulan pergantian panglima perlu dilakukan enam bulan sebelum masa jabatan Jenderal Gatot berakhir. Surat pengunduran diri secara resmi kemudian perlu dibuat.

"Surat pengunduran tersebut dimaksudkan untuk memberi waktu kepada Presiden guna menyiapkan pengganti Panglima," kata Supiadin.

Supiadin berharap panglima mendatang fokus mewujudkan program Minimum Essensial Force (MEF) TNI yang sampai saat ini belum bisa tercapai. Selain itu, kesejahteraan dan profesionalisme prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan.

"Tentunya panglima yang baru mampu menjamin netralitas TNI pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019," ujar dia.


(OJE)