Andi Mallarangeng Sebut Demokrat Ideal Bentuk Poros Ketiga

M Sholahadhin Azhar    •    Minggu, 11 Mar 2018 15:07 WIB
partai demokrat
Andi Mallarangeng Sebut Demokrat Ideal Bentuk Poros Ketiga
Politikus Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Bogor: Partai Demokrat masih belum menentukan koalisi pada Pemilihan Presiden 2019. Demokrat masih memertimbangkan poros ketiga dalam pesta demokrasi nasional itu.

"Kalau ditanya, idealnya tentu ada poros ketiga. Idealnya ya. Kalau kita punya 20 persen kita langsung usung capres sekarang juga," kata politisi Demokrat Andi Mallaranggeng di Sentul, Jawa Barat, Minggu, 11 Maret 2019.

Namun demikian, saat ini partai tersebut hanya memiliki suara nasional sebesar 10 persen saja. Maka mantan Sekretaris Dewan Pembina Demokrat itu menuturkan, partainya akan bersikap realistis.

"Realitasnya kan kita cuma punya 10 persen. Oleh karena itu kita harus bekerjasama dengan partai lain," imbuh Andi.

Baca: Demokrat Enggan Jemawa atas Pernyataan Jokowi

Demokrat masih melihat berbagai kesempatan buat berkoalisi. Andi mengaku tak bisa membeberkan dengan partai mana pihaknya akan merapat. Sebab, masih ada beberapa bulan dari waktu pencalonan, dan Demokrat masih mematangkan strategi.

"Yang jelas Pak SBY sudah katakan, Partai Demokrat akan mengusung Capres dan Cawapres. Siapa itu, kita belum tahu. Kita masih membuka kemungkinan-kemungkinan yang ada," kata Andi.

Atas dasar itu, ia memastikan forum rapat pimpinan nasional saat ini, tak akan mendeklarasikan calon Presiden yang diusung. Andi menegaskan rapimnas merupakan tempat konsolidasi partai. 

Baca: Pileg 2019, AHY Targetkan Suara Demokrat Naik 15%

"Enggak (deklarasikan). Ini kan forum konsolidasi partai. Kita mengumpulkan kader-kader partai untuk bisa siap berpartisipasi dan memenangkan pilkada pileg dan Pilpres," sebutnya.

Terpisah, Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Agus Harimurti Yudhoyono merespons peluang koalisi dengan partai lain, termasuk dengan PDI Perjuangan. Menurutnya hal itu belum bisa dibeberkan saat ini, mengingat waktu yang masih lapang dan kemungkinan berkoalisi yang terbuka lebar.

"Ya kita lihat saja nanti," katanya.




(DMR)