Ada 8 Daerah dengan Calon Tunggal di Pilkada Serentak 2017

Al Abrar    •    Selasa, 27 Sep 2016 14:28 WIB
pilgub dki 2017
Ada 8 Daerah dengan Calon Tunggal di Pilkada Serentak 2017
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum merilis, setidaknya delapan daerah bakal memiliki calon tunggal dalam Pilkada Serentak 2017. Koalisi yang dibangun partai politik tidak menyisakan adanya pasangan calon lain.

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mencatat, lima daerah dengan calon tunggal. Ada kemungkinan daerah yang tidak menyisakan pasangan calon lain bertambah.
 
Lima daerah dengan calon tunggal yakni Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung; Kabupaten Tambrauw, Papua Barat; Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Landak, Kalimantan Barat dan Kota Sorong, Papua.

Masykurudin membeberkan, di Tulang Bawang Barat, Lampung seluruh partai politik yang mempunyai kursi di DPRD mengusung Umar Ahmad SP-Fauzi Hasan. Keduanya mendapat dukungan 30 kursi (100 persen) dari PKS, Demokrat, PPP, PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, PKB, Hanura, dan Nasdem.

"Satu kursipun tidak tersisa. Syarat minimal mencalonkan di Tulang Bawang Barat sebanyak enam kursi," kata Masykurudin, melalui siaran persnya, Selasa (27/9/2016).

Selanjutnya di Kabupaten Tambaraw, Papua Barat pasangan calon Gabriel Asem-Mesak Yekwan didukung 19 kursi (95 persen). Keduanya didukung partai Golkar, PDIP, Demokrat, Nasdem, PKB, Gerindra, Hanura dan PKS.

"Hanya tersisa satu kursi milik PAN. Syarat minimal mencalonkan di Tambrauw adalah empat kursi," ujar dia.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pasangan calon Haryanto-Aiful Arifin didukung oleh PDIP, Gerindra, PKS, PKB, Demokrat, Golkar, Hanura dan PPP. Keduanya mendapat dukungan sebanyak 46 kursi (92 persen).

Partai NasDem yang memiliki empat kursi tidak dapat mencalonkan pasangan lain. Sebab, syarat minimal pengusungan calon di Pati adalah 10 kursi.

Kemudian, di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat PDIP, Demokrat, PKB, Golkar, Hanura, Nasdem, Gerindra dan PAN mengusung pasangan calon Margret Natasa-Herculanus Heriadi. Keduanya mendapat dukungan 32 kursi (92 persen).

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tidak ikut mencalonkan Margret-Herculanus tidak bisa mencalonkan orang lain. Sebab, partai berlambang kabah itu cuma punya tiga kursi, sementara syarat menimal mencalonkan pasangan sebanyak tujuh kursi.

Sementara di Kota Sorong, Papua juga hanya ada satu pasangan calon yakni Lamberthus Jitmau-Pahima Iskandar. Partai Golkar, Demokrat, PDIP, PAN, Nasdem, Gerindra, Hanura dan PKB mendukung keduanya dengan total dukungan 27 kursi (90 persen). Partai Bulan Bintang dan PPP yang memiliki tiga kusi tidak dapat mengajukan calon, sebab syarat minimal pengajuan dukungan adalah enam kursi.

Masykurudin mengungkapkan, daerah dengan calon tunggal kemungkinan bertambah di sejumlah daerah. "Ini bisa bertambah, seperti Buton, Tebing Tinggi, dan Kulon Progo," ungkap Masykurudin.

Dikutip dari infopilkada.kpu.go.id, pada Selasa, 27 September delapan daerah dipastikan memiliki calon tunggal. Buton, Kota Tebing Tinggi, dan Kulon Progo jadi tiga wilayah yang memiliki calon tunggal sebelum lima daerah lainnya.

Di Buton, pasangan Samsu Umar Abdul Saimun-La Bakry diusung PKB, PKS, NasDem, PAN, Demokrat, Golkar, PBB. Selanjutnya di Kota Tebing Tinggi partai NasDem, Demokrat, Hanura, Gerindra, PKB, Golkar, PDIP, dan PPP mengusung Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Sinegar. Sementara di Kulon Progo PDIP, PAN, Golkar, PKS, NasDem dan Hanura mendukung Hasto Wardoyo-Sutedjo. 


(REN)