Balitbang Kementerian PUPR Sebut Konstruksi Gedung DPR Masih Baik

Ilham wibowo    •    Senin, 13 Nov 2017 13:58 WIB
gedung baru dpr
Balitbang Kementerian PUPR Sebut Konstruksi Gedung DPR Masih Baik
Ilustrasi: Gedung MPR/DPR/DPD. Foto: MTVN/Gregorius Yohandi.

Jakarta: Hasil audit Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut Gedung DPR, terutama Nusantara I, tidak berpotensi runtuh. Konstruksi bangunan dinilai masih layak digunakan sebagai ruang kerja anggota dewan beserta staf dan tenaga ahlinya.

Kepala Balitbang Kemen PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, aspek keamanan konstruksi gedung menjadi satu di antara pekerjaan audit yang dilakukan sejak awal November 2017. Menurut dia, tim teknis audit melibatkan unsur akademisi dari Ikatan Ahli Arsitek dan Himpunan Ahli Konstruksi agar hasil kajian berbuah objektif.

"Temuan sementara gedung (Nusantara I) tidak miring," kata Danis saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin, 13 November 2017.

Ia mengungkapkan, pengujian dilakukan menyeluruh mulai dari bagian atap gedung hingga konstruksi dasar. Selain itu, material beton dan besi gedung yang dibuat pada 1965 ini juga turut diperiksa.

"Saya ambil betonnya (untuk dikaji), masih bagus. Saya tes besinya, saya juga tes tanah dasarnya, masih bagus. Jadi aspek awal yakni safety gedung tersebut dikatakan masih aman," tutur dia.

Baca: Kementerian PUPR Rampung Audit Gedung DPR

Aspek keamanan konstruksi bukan satu-satunya penentu rekomendasi soal kondisi gedung. Danis mengatakan, ada dua aspek lain yakni keselamatan dan kenyamanan yang juga menjadi bagian penting dalam pengerjaan audit ini.

"Kajian ini nanti diserahkan ke Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono), sekarang lagi finalisasi, seminggu ini laporan formal akan disiapkan," ujar Danis.

Seperti diketahui, rencana pembangunan gedung baru DPR telah disahkan masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018. Kementerian PUPR dipastikan mengambil alih teknis proyek dengan pagu anggaran senilai Rp601 miliar ini.




(OGI)