Ujaran Kebencian Merebak Jelang Tahun Politik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:42 WIB
pilpres 2019
Ujaran Kebencian Merebak Jelang Tahun Politik
Aktivis politik muda Amalia Ayuningtyas/MI/Susanto

Jakarta: Isu negatif dinilai bakal muncul setiap mendekati tahun politik, 2018. Pilkada serentak dan tahapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden akan berlangsung.

"Biasanya mendekati tahun politik, merebak ujaran kebencian, provokasi, dan berita palsu melalui media baru dan sosial media," kata aktivis politik muda Amalia Ayuningtyas dalam seminar nasional 'Dialektika Multikulturalisme dengan Kebangsaan' di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Salah seorang pendiri Teman Ahok itu menyebut tindakan negatif ini tak jarang dikemas sedemikian rupa oleh oknum tertentu untuk meyakinkan masyarakat. Adapula oknum yang mengemasnya seolah karya jurnalistik untuk membuat pembaca percaya.

Ia mengungkapkan, media baru biasanya dibentuk untuk mengkritisi media mainstream. Ia menyebut media tersebut biasanya membawa-bawa agama tertentu. Contohnya, kata dia, eramuslim.com, serta voaIslam.

"Dengan mengidentifikasi media-media arus utama sebagai media yang tidak mewakili kepentingan umat Islam, mereka menggiring opini publik untuk mengukur kebenaran tidak lagi pada kualitas jurnalistik, melainkan pada ideologi atau agama," ujar dia.


(OJE)