Pengamat: Basis Elektoral Mahfud MD Masih Dipertanyakan

Antara    •    Kamis, 12 Jul 2018 10:16 WIB
pilpres 2019
Pengamat: Basis Elektoral Mahfud MD Masih Dipertanyakan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Mahmodin sebagai salah satu nama yang disebut-sebut calon pendamping Jokowi di 2019. Namun, Mahfud MD secara elektoral dianggap masih dipertanyakan.

"Pak Mahfud itu orang cerdas dan lurus, namun secara elektoral masih dipertanyakan," kata kata pengamat politik Indonesian Watch Democracy Abi Rekso di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Fakta bahwa Mahfud MD pernah berada di kubu Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 adalah hal biasa dalam politik. Hal itu, tidak akan memengaruhi dukungan partai koalisi Jokowi terhadapnya.

Baca: Said Aqil Dukung Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

Bahkan, lanjut dia, Prabowo sendiri juga pernah berkoalisi dengan kubu PDIP. Ia menekankan latar belakang Mahfud adalah seorang akademisi, bukan politikus. Mahdfud juga dianggap tidak pernah memimpin organisasi besar.

"Dia hanya orang yang pernah menduduki jabatan eksekutif dan yudikatif. Itu kan pengangkatan (bukan dipilih publik)," ujar Abi.

Abi menilai sosok yang baik jika tidak ditopang dengan basis elektoral yang kuat, akan sia-sia. Selain itu, kata Abi, Mahfud juga ditolak di kalangan NU, karena dianggap tidak pernah menjadi pengurus NU. Sehingga kontribusinya di NU dipertanyakan.

"Secara garis besar NU tidak mendukung dia. Jika dilihat dari aspek parpol, hampir tidak ada partai politik yang memiliki kedekatan emosional dengan Mahfud. Kalau pun PKB dahulu dia di sana, PKB sekarang Cak Imin menolak Mahfud dalam aspek politis," terangnya.

Abi memandang satu-satunya organisasi besar yang mungkin mendorong Mahfud
hanyalah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Tetapi, kata dia, dalam KAHMI, ada sejumlah tokoh besar lain, seperti Anies Baswedan, yang akan membuat dukungan terhadap Mahfud menjadi tidak solid.

"Secara garis besar, saya menilai Jokowi akan rugi jika mengambil Mahfud sebagai calon wakilnya. Hal itu dilatari analisis-analisis tersebut," beber Abi.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA