PPP Romi Sebut Kader Jengkel kepada Djan Cs

Deny Irwanto    •    Minggu, 16 Jul 2017 14:57 WIB
penyerangan
PPP Romi Sebut Kader Jengkel kepada Djan Cs
Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani,/MI/Romy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal PPP kubu Romahurmuziy (Romi), Arsul Sani, tak membantah adanya kemungkinan Angkatan Muda Kakbah menyerang DPP PPP. Namun, Romi tak terlibat dalam penyerangan, seperti yang dituduhkan Waketum PPP kubu Djan Faridz, Humphrey Djemat.

"Pak Romi tidak tahu soal peristiwa itu. Kami semua tahunya  banyak kader yang jengkel karena Djan Cs sudah diminta baik-baik tidak pernah respons," tegas Arsul kepada Metrotvnews.com, Minggu 16 Juli 2017.

Arsul belum mau menyimpulkan karena masih mengumpulkan informasi dari lapangan. Namun, penyerangan, terang Arsul, dilakukan karena PPP Kubu Djan Faridz sama sekali tak memiliki legalitas menduduki kantor tersebut. Akar rumput PPP pada akhirnya mengambil jalan sendiri dengan mendatangi DPP PPP.

"Dengan datang ke kantor pusat PPP Jalan Diponegoro untuk meminta agar kantor diserahkan. Tetapi kantor tersebut justru dijaga sekelompok orang yang patut diduga preman yang telah menyiapkan berbagai senjata tajam. Terjadi keributan, namun dilerai dan ditengahi oleh aparat kepolisian," beber Arsul.

Arsul menjelaskan, keingin kader kembali menempati kantor tersebut sebenarnya sudah lama disampaikan. Keinginan kader sudah diakomodasi kubu Romi dengan menyurati kubu Djan.

"Sejak lebaran banyak kader, anggota PPP, dan organisasi sayap serta akar rumput yang ingin menjadikan kantor Diponegoro sebagai tempat kegiatan," jelas Arsul.

Sayangnya, surat tak mendapat respons. Itu lah yang menurut Arsul diduga menimbulkan ketidakpuasan akar rumput.

"Dengan demikian yang terjadi sebenarnya adalah upaya dari para kader dan akar rumput PPP yang tidak rela kantor partainya terus menerus diduduki oleh mereka yang tidak memiliki keabsahan untuk mempergunakannya," ucap Anggota Komisi III itu.


(OJE)