RUU Pemilu Kurang Mengakomodasi Afirmasi kepada Perempuan

Al Abrar    •    Senin, 28 Nov 2016 14:56 WIB
revisi uu pemilu
RUU Pemilu Kurang Mengakomodasi Afirmasi kepada Perempuan
Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy/MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy menyayangkan beberapa kekurangan dalam draf aturan penyelenggaraan pemilu. Salah satu kebijakan gender tak tergambar.

"Di dalam RUU Pemilu tidak ada perubahan tentang kebijakan afirmasi kepada perempuan," kata Lukman melalui keterangan tertulis, Senin (28/11/2016).

Padahal, menurut Lukman, kelemahan mendasar UU tersebut justru pada pengaturan  kebijakan afirmasi perempuan. Sebelumnya, tak ada aturan operasional dalam mengawal keterwakilan perempuan di Parlemen.

Saat ini, proporsi penduduk antara rasio laki-laki dan perempuan menunjukkan angka berimbang, 50:50. Tak hanya itu, ketimpangan pembangunan dalam berbagai aspek, khususnya yang berbasis gender masih sangat terlihat.

"Ini harus implementatif, operasional, sistem yang dibuat harus pada akhirnya menghasilkan 30 persen perempuan ada di Parlemen," ungkap politikus PKB ini.

Lukman menjelaskan, saat ini keterwakilan perempuan di DPR baru 17 persen. Persoalan juga akan muncul apabila berbicara keterwakilan perempuan di daerah-daerah. Keberadaan perempuan di DPR, DPRD, dan DPD, harus segera dievaluasi.

Ketimpangan, terang Wakil Ketua Komisi II ini juga terjadi pada sistem pemilu yang secara statistik menunjukkan caleg terpilih di Parlemen hampir 60 persen diisi calon nomor urut 1. Biasanya, perempuan ditempatkan pada nomor urut 3, 5, dan seterusnya.

"Oleh karena itu bisa saja opsinya adalah menjamin adanya 30 persen perempuan di nomor urut 1 pada miminal 30 persen dari total dapil (nasional, provinsi dan kabupaten/kota). Atau opsi lainnya, yang penting pada akhirnya 30 persen dari anggota Parlemen pusat maupun daerah diisi kaum perempuan," ujar dia.


(OJE)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

26 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA