Jokowi akan Terus Berkonsolidasi

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:53 WIB
presiden jokowi
Jokowi akan Terus Berkonsolidasi
Presiden Joko Widodo -- ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo memastikan akan terus berkonsolidasi demi menjaga ketenangan negara. Bahkan, Presiden siap mendatangi langsung masyarakat, bukan hanya elite partai.

"Kita enggak hanya bicara masalah parpol (partai politik), ormas (organisasi masyarakat), semuanya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Menurut dia, konsolidasi diperlukan karena Indonesia adalah negara yang besar. Pertemuan dengan jajaran di daerah hingga akar rumput sangat diperlukan.

"Bisa dengan kelompok petani, bisa dengan kelompok nelayan, bisa juga dengan kelompok buruh. Akan terus bertemu siapa pun," kata dia.

Beberapa hari belakangan Presiden rutin mengundang ketua umum parpol ke Istana. Mereka membahas kondisi negara pascademo 4 November terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hari ini Jokowi santap siang bersama dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Pada 29 November, Jokowi menerima kunjungan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

(Baca: Presiden dan Zulkifli Hasan Makan Siang di Istana)

Seminggu sebelumnya, 22 November, Jokowi mengundang Ketua Umum NasDem Surya Paloh untuk sarapan bersama. Siangnya, Jokowi makan bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy. Lalu, pada sorenya, Jokowi menerima Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

(Baca: Jokowi-Surya Paloh Bahas Perkembangan Radikalisme di Indonesia)

Pada 21 November, Jokowi bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, 17 November, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga sudah diundang ke Istana.

(Baca: Megawati Bawakan Makan Siang Mi untuk Jokowi)

Kini, tersisa dua pimpinan parpol yang belum diundang ke Istana. Mereka adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.


(NIN)