Sudah Saatnya Parpol Dibiayai Negara

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 01 Feb 2017 22:00 WIB
peristiwa
<i>Sudah Saatnya Parpol Dibiayai Negara</i>
Direktur CSIS Philips J Vermonte -- Foto: MTVN/ M. Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte menilai, partai politik perlu dibenahi secara serius. Pendanaan partai politik semestinya dilakukan negara.

"Kalau kita usulkan masyarakat menolak karena ada persepsi buruk terhadap partai politik. Tapi akar masalahnya (parpol) itu sebenarnya," kata Philips dalam diskusi yang bertajuk 'Krisis Perkaderan dan Ikhtiar Penguatan Kelembagaan Parpol di Kantor Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Menurut Philips, parpol mendapatkan bantuan Rp108 per suara. Ia mencontohkan, partai pemenang pemilu PDI Perjuangan yang mendapatkan suara pada Pileg 2014 sekitar 19 juta suara.

"Kira-kira itu Rp2,4 miliar pertahun dan itu habis untuk bayar listrik, air kantor-kantor yang tersebar di 500 kabupaten dan kota serta kantor DPP," ujar dia.

Philips menegaskan, perlu pendanaan serius oleh negara agar pengurus atau kader parpol tidak mencari uang dengan cara yang ilegal. Philips beruntung KPK mulai memerhatikan akar masalah kasus korupsi yang menjerat banyak politisi.

"Saya juga tergabung di dalam koalisi masyarakat sipil sedang mencoba menghitung berapa sih biaya yang dibutuhkan parpol itu dan berapa (rupiah) negara harus memenuhi agar parpol tidak mencari uang dengan cara ilegal," ujar dia.

Peneliti LIPI Siti Zuhro menambahkan, memang sudah waktunya negara memikirkan pendanaan partai politik. Siti mendukung penuh wacana yang dahulu juga sempat dilontarkan Mendagri Tjahjo Kumolo.

"Secara prinsip, saya sangat mendukung negara memberikan dana yang memadai kepada parpol. Dana yang masuk akal. Tapi parpol harus mau diaudit. Harus ada penalty terhadap dana itu ketika tidak ada korelasi positif terhadap peningkatan kualitas kaderisasi dan promosi kader di cabang-cabang kekuasaan," ujar dia.

 


(Des)