Pemerintah tak akan Bosan Sosialisasikan Perppu Ormas

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 17 Jul 2017 20:26 WIB
wirantoperppu pembubaran ormas
Pemerintah tak akan Bosan Sosialisasikan Perppu Ormas
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah merasa ada salah tafsir di masyarakat tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas). Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku tak bosan menjelaskan regulasi anyar itu.

"Kita harus berbicara banyak, karena banyak tafsir yang berbeda dengan sesungguhnya," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Perppu tentang Ormas memang menuai pro dan kontra. Beberapa pihak menilai penerbitan perppu sebagai tindakan otoriter pemerintah terhadap masyarakat karena membatasi kebebasan berkumpul dan berserikat.

Baca: Wiranto Minta DPR Berikan Solusi jika Tolak Perppu Ormas

Di satu sisi, pemerintah tak bisa tinggal diam melihat paham bangsa digerogoti melalui ormas. Wiranto mencontohkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terang-terangan menganut paham khilafah.

"Apakah tidak genting kalau ada gerakan-gerakan, yang tolak demokrasi, tolak NKRI? Kalau enggak genting ya diamkan aja ini, digerogotin itu NKRI, Pancasila. Ideologi lain subur. Kita rela seperti Libya, Siria, Irak? Enggak mau kan," kata Wiranto.

Wiranto heran, tindakan strategis yang diambil dalam kondisi genting justru mendapatkan kecaman. Padahal, publik kerap mendorong pemerintah mengeluarkan perppu untuk menyelesaikan sejumlah masalah, meski belum tergolong genting.

Baca: Kapolri Menilai Perppu Ormas Bentuk Ketegasan Pemerintah

Mantan Panglima ABRI ini pun menyebut penerbitan perppu dilakukan secara demokratis. Ia membantah Perppu diterbitkan demi kepentingan pemerintah semata.

"(Ini) kepentingan bangsa. Kalau mau cari enak, udah enggak usah bikin Perppu, enggak usah rapat. Tenang-tengan saja engga usah cari masalah, tapi mana tanggungjawabnya," tutur Wiranto.

Terakhir, mantan Ketua Umum Hanura ini ingin agar masyarakat percaya pada pemerintah. Pemerintah, kata dia, tak ingin mencari masalah dengan rakyat.

"Pemerintah sudah begitu banyak tugas menyelesaikan masalah, tidak ingin mencari tugas melawan rakyat sendiri," pungkasnya.

 


(DRI)