Fadli Zon Tuding Perppu Ormas Bidik Organisasi Islam

Lis Pratiwi    •    Sabtu, 15 Jul 2017 14:46 WIB
perppu pembubaran ormas
Fadli Zon Tuding Perppu Ormas Bidik Organisasi Islam
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Foto: Lis Pratiwi/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menolak keras penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Ia menuding perppu itu cenderung membidik ormas aliran tertentu.

"Saya melihat kecenderungan sasaran perppu ini adalah ormas-ormas yang beraliran Islam, jadi menurut saya berbahaya," kata Fadli dalam sesbuah diskusi bertajuk 'Cemas Perppu Ormas' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 15 Juli 2017.

Fadli mengatakan penerbitan perppu jangan sampai menimbulkan adu domba di masyarakat, sehingga menimbulkan kegaduhan yang mengarah kepada konflik horizontal.

Fadli pun menilai tidak ada kegentingan yang memaksa pemerintah mengeluarkan peraturan ini. Pasalnya, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang ormas sudah cukup membahas aturan ini. Fadli berpendapat jika ada persepsi baru, pemerintah seharusnya merevisi UU tersebut. Kemudian, mengajukan revisi tersebut ke DPR untuk dibahas bersama-sama sehingga tidak sepihak, termasuk melalui proses pengadilan.

"Sehingga ada tempat untuk masyarakat supaya tidak diadili secara subjektif oleh pemerintah bahwa dia anti-Pancasila, dan sebagainya," terang Fadli.

Baca: Hadirnya Perppu Ormas Dinilai untuk Mengoreksi UU Ormas

Waketum Partai Gerindra ini tak ingin masalah perppu berdampak pada tidak kondusifnya perekonomian Indonesia. Pasalnya, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam sektor ini, khususnya lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarat yang harusnya lebih diprioritaskan.

"Bukan mengurusi apa yang tidak seharusnya diurusi karena sudah ada aturannya. Dan, tidak mengurusi apa yang seharusnya diurusi," ujar Fadli.




(AZF)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

12 minutes Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA