Menteri Lukman Laporkan Arteria ke Mahkamah Dewan

Ilham wibowo    •    Selasa, 17 Apr 2018 08:32 WIB
mprdpr
Menteri Lukman Laporkan Arteria ke Mahkamah Dewan
Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan. Foto: MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Polemik umpatan Politikus PDI Perjuangan  Arteria Dahlan dalam rapat kerja di Komisi III DPR  beberapa waktu silam masih berlanjut. Ujaran Arteria yang dinilai menghujat Kementerian Agama (Kemenag) telah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan pelaporan tersebut dilakukan lantaran pernyataan Arteria dinilai telah menyinggung institusi kementerian. Selain itu, ungkapan yang terucap pun bukan dalam konteks pembahasan antara Kemenag dengan Komisi bidang agama DPR.
 
"Saya sama sekali tidak pernah menghadiri rapat kerja di komisi lain selain Komisi VIII, jadi kejadian itu saya tidak hadir. Setahu saya ketika itu raker Komisi III dengan Jaksa Agung, tentu itu adalah ungkapan yang tidak pada tempatnya," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Baca: Arteria Dahlan Minta Maaf

Nota protes telah dilayangkan Kemenag melalui surat yang dikirim untuk MKD. Lukman mengharapkan persoalan tersebut bisa ditindaklanjuti sesuai mekanime penyelidikan bagi anggota dewan.
 
"Krena itu kami secara institusi kelembagaan Kemenag mengajukan surat kepada MKD DPR untuk hal seperti ini bisa ditindaklanjuti," ucap Lukman.
 
Jalur MKD ditempuh lantaran anggota dewan dilindungi hak imunitas bila melalui jalur hukum. Meski dibolehkan menyampaikan pendapat dalam lingkup sidang, pernyataan Arteria dinilai bisa masuk katagori pelanggaran etik. 
 
"Apapun ucapannya dalam persidangan tidak bisa dituntut di muka hukum tapi dari sisi etik itu bisa dikaji MKD karena ini institusi. Kalau saya selaku personal enggak ada masalah, kalau institusi banyak pihak terluka," tandasnya.
 
Pada Rabu, 28 Maret 2018, saat Komisi III mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Jaksa Agung HM Prasetyo, Arteria Dahlan melayangkan umpatan kepada Kemenag. Hal ini terkait maraknya kasus penipuan umrah yang dilakukan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
 
Arteria akhirnya meminta maaf terkait umpatan yang dilayangkan pada Kemenag. Dia menyadari sikapnya bisa menyinggung institusi negara.
 
"Seandainya ada ketersinggungan, Pak Menteri (Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin) tersinggung, saya minta maaf," kata Arteria di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.
 
Arteria menyebut sikapnya dalam RDP Komisi III dengan Kejaksaan Agung yang lalu sejatinya untuk memperjuangkan nasib umat yang tertipu oleh biro perjalanan haji dan umrah bodong. Ia mengaku sangat kesal lantaran kasus semacam itu terus berulang.
 
Arteria mengklarifikasi, kata umpatan yang terucap bukan ditujukan pada seluruh institusi Kemenag, atau Menag secara pribadi. Ia bilang makian itu ditujukan kepada oknum di Kemenag yang dinilai jadi biang masalah kasus travel haji dan umrah bodong.




(FZN)

KPK Kaget PT Jakarta Batalkan JC Andi Narogong

KPK Kaget PT Jakarta Batalkan JC Andi Narogong

5 hours Ago

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman terhadap Andi Narogong. Menanggapi hal terseb…

BERITA LAINNYA