Ma'ruf Sebut NU 'Kendaraan Penyelamat'

Arga sumantri    •    Kamis, 14 Feb 2019 13:56 WIB
nahdlatul ulamapemilu serentak 2019
Ma'ruf Sebut NU 'Kendaraan Penyelamat'
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (Foto: ANTARA/Aji Styawan)

Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah kendaraan penyelamat umat. NU dinilai sebagai pendingin gonjang-ganjing pemahaman keagamaan. 

"Yang selama ini ada yang ke kanan dan ke kiri, NU berada di tengah, sebagai penyelamat. 'Kapal' NU kayak kapal Nabi Nuh," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-93 di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 14 Februari 2019. 

Ma'ruf berkisah, kapal Nabi Nuh adalah penyelamat saat banjir besar datang. Ia mengibaratkan hal yang sama dengan organisasi NU. Bagi Ma'ruf NU bisa menyelamatkan seluruh umat yang berada di dalamnya dari arus pemahaman keagamaan yang menyimpang. 

"Siapa naik kapal NU insyaallah akan selamat dunia akhirat. Makanya jangan sampai ketinggalan, kayak anak Nabi Nuh tidak mau naik perahu, justru berlindung di gunung," ujarnya.

Baca juga: Ma'ruf Amin Tetap Kader Nahdlatul Ulama

Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pun mengajak seluruh nahdiyin bersyukur NU menginjak usia ke-93 tahun. Ma'ruf menilai tak banyak organisasi massa yang bisa berumur panjang seperti NU. 

"Ada organisasi yang hanya seumur jagung, begitu tumbuh setahun, dua tahun sudah wabilahitaufiq wal hidayah (bubar)," ucap Ma'ruf. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan, sejak lama kekuatan NU adalah menganut trilogi konsep; ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniah. NU adalah pilar pemersatu bangsa Indonesia. 

"Bahkan ada (pendapat) yang ekstrem, kalau tidak ada NU barang kali Indonesia sudah pecah. erantakan ke mana-mana," kata Cak Imin. 

Cak Imin juga mengaku bersyukur NU punya umur yang panjang. Ia meyakini NU akan terus hadir di tengah dinamika kehidupan bangsa Indonesia. 

Tokoh NU, kata dia, bakal terus pula berusaha berkontribusi bagi Indonesia. Cak Imin menyontohkan keterlibatan Ma'ruf dalam kontestasi Pilpres 2019. Ma'ruf adalah mustasyar PBNU (serupa dewan penasihat) kedua yang menjadi kandidat calon wakil presiden. Sebelumnya, kata Cak Imin, Jusuf Kalla juga merupakan mustasyar PBNU saat terpilih menjadi Wakil Presiden di Pilpres 2014. 

"Dan hari ini insyaallah hampir pasti Mustasyar PBNU yang akan menjadi wakil presiden adalah Profesor Bapak KH. Ma'ruf Amin," ucap Cak Imin.




(MEL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA