Effendi Minta Anggaran Kemendikbud dan Kemenristekdikti Diaudit

Damar Iradat    •    Sabtu, 10 Nov 2018 14:36 WIB
Anggaran Pendidikan
Effendi Minta Anggaran Kemendikbud dan Kemenristekdikti Diaudit
Diskusi tentang pendidikan vokasi/Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon meminta anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) diaudit. Keduanya tak maksimal memberi regulasi pendidikan, khususnya pada sistem vokasi, meski anggaran yang diberikan mencapai Rp492,5 triliun.

"Pernah enggak dua kementerian ini diaudit? Mereka anggaran paling besar, 20 persen itu. Skala prioritas kita luar biasa ke pendidikan," kata Effendi dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018.

Ia menilai dua kementerian itu juga tak begitu baik dari aspek instrumen. Aspek moral dan mental pun perlu diperbaiki.

Anggota Komisi I DPR RI itu juga menyebut masih banyak terdengar praktik pungutan liar yang terjadi di dua kementerian tersebut. Ia berharap penegak hukum, baik Polisi, Kejaksaan Agung, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa masuk dalam proses tersebut.

"Proses ini (pungli) terbuka sekali, hampir seluruh proses pemilihan rektor harus setoran dulu sekian miliar," klaim Effendi.

Sementara itu, Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud Saryadi menyatakan anggaran Rp492,5 triliun itu tidak hanya masuk ke dua kementerian yang dimaksud Effendi. Dana tersebut merupakan anggaran fungsi pendidikan secara nasional yang juga tersalurkan ke pemerintah daerah.

"Kemendikbud hanya RP40 triliun. Hampir Rp500 triliun tadi itu adanya dua per tiganya di Pemda, sepertiganya itu dibagi di kementerian yang menjalankan pendidikan," tutur dia.


(OJE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA